Tips Hadapi Rem Blong saat Berkendara

  • 09 Mei 2025 11:32 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Berkendara menggunakan motor matic cenderung mudah, karena cukup menarik gas dan rem. Anda tak perlu menambah atau mengurangi gigi persneling, maupun menarik kopling. Tapi ada ancaman yang cukup serius ketika motor matic digunakan di jalan menurun seperti pegunungan. Jika pengereman tidak benar, bisa-bisa motor blong dan terjadi kecelakaan.

Seperti diketahui, jika rem blong pada model motor bebek atau bertransmisi manual masih bisa terbantu dengan engine brake dengan mengurangi giginya. Rem motor matic bisa blong karena rem yang ditekan terus menerus akan menimbulkan panas berlebih akibat gesekan antara cakram dan kampas rem. Akhirnya minyak rem pun mendidih dan menyebabkan angin palsu yang jadi penyebab rem blong. Lantas, bagimana cara menghadapi rem motor matic jika mendadak terjadi blong?

Dilansir dari motorkux.id Apabila terjadi rem blong pada saat berkendara, terdapat beberapa tips untuk menghadapinya, antara lain:

1. Berpikir Tenang

Tidak panik pada saat insiden terjadi, panik hanya akan memperkeruh suasana. Dengan bersikap panik pada saat kejadian dapat menyebabkan resiko yang terjadi menjadi lebih besar.

2. Beri tanda Pada Pengendara Lain

Ketika terjadi insiden rem blong, jangan lupa untuk berikan tanda ke pengendara lain untuk waspada serta memberikan jarak dengan kita. Memberi tanda dapat dilakukan dengan memberikan tanda hazzard, dengan itu pengendara lain dapat menjadi waspada, serta dapat membantu untuk memberikan instruksi. Selain dengan tanda hazzard, pengemudi dapat juga menggunakan klakson, dan teraikkan sebagai tanda kepada pengemudi lain.

3. Jangan Matikan Mesin dan Tidak Membanting Stir

Jangan matikan mesin kendaaraan ketika anda mengalami rem blong. Ketika anda mematikan mesin, pengemudi tidak dapat melakukan engine break yang dapat memperlambat kecepatan. Jangan juga membanting stir kendaaraan dikarenakan dapat membahayakan pengemudi lain di sekitar kita dan membahayakan diri kita sendiri.

4. Lakukan Proses Engine Break

Untuk pengendera motor matic juga dapat melakukan proses engine break. Engine break pada motor matic dapat dilakukan dengan menutup gas secara benar-benar. Karena motor matic akan mendapatkan engine break pada rpm 2200-2400.

5. Manfaatkan Jalur Pendakian

Setelah melakukan engine break dan dirasa bahwa masih belum optimal, pengemudi dapat mencari lajur pendakian atau tanjakan yang berguna untuk mengurangi kecepatan. Akan tetapi, apabila pengemudi merasa bahwa tidak ada lajur pendakian ataupun tanjakan, pengemudi dapat mencari object yang dirasa “aman” untuk melakukan benturan dengan resiko yang minimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....