Hentikan Kejutan Prancis, China Segel Takhta Thomas Cup 2026
- 04 Mei 2026 07:28 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Tim bulu tangkis putra China sukses menasbihkan diri sebagai penguasa jagat tepok bulu setelah berhasil mempertahankan gelar juara Thomas Cup. Kepastian ini diraih usai skuat Negeri Tirai Bambu meredam perlawanan sengit tim kejutan, Prancis, dalam partai final yang baru saja berakhir dengan tensi tinggi.
Kemenangan ini sekaligus mempertegas dominasi China yang tetap menjadi kekuatan paling menakutkan di kejuaraan beregu putra paling bergengsi di dunia tersebut. Melansir laman resmi bwf.badminton.com laga final kali ini menyajikan skema pertandingan yang tidak biasa dengan menempatkan tiga partai tunggal di awal laga.
Keputusan ini diambil lantaran dua andalan Prancis, Christo Popov dan Toma Junior Popov, harus bermain rangkap di sektor ganda putra. Sejatinya, Prancis memiliki peluang besar untuk menciptakan sejarah baru, mengingat performa ketiga tunggal putra mereka tengah berada di puncak permainan dalam rangkaian turnamen World Tour belakangan ini.
Namun, langkah heroik Prancis akhirnya harus terhenti di tangan raksasa Asia yang kini telah mengoleksi 12 gelar Thomas Cup. Meski terus menambah perbendaharaan trofi, China masih menempel ketat rekor Indonesia yang hingga saat ini masih memegang status sebagai pengoleksi gelar terbanyak dengan total 14 trofi.
Pertarungan di lapangan menunjukkan bahwa mentalitas juara China masih sulit digoyahkan, meski ditekan oleh determinasi tinggi para pemain muda Eropa. Duel dibuka dengan pertemuan dua jagoan utama, Shi Yu Qi melawan Christo Popov.
Laga perdana ini langsung menyuguhkan drama tiga set yang sangat ketat. Shi Yu Qi akhirnya berhasil menyumbang poin pertama bagi China dengan skor 21-16, 16-21, dan 21-17.
Namun, Prancis sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui aksi gemilang pemain potensial mereka, Alex Lanier, yang secara mengejutkan menumbangkan Li Shi Feng dua set langsung, 13-21 dan 10-21. Harapan Prancis kembali membumbung tinggi sebelum akhirnya Weng Hong Yang memenangkan laga alot melawan Toma Junior Popov dengan skor tipis 22-20, 20-22, dan 21-19, yang membuat China kembali unggul 2-1.
Pesta kemenangan China akhirnya dikunci pada partai keempat yang memainkan sektor ganda putra. Menurunkan pasangan He Ji Ting/Ren Xiang Yu yang menduduki peringkat 99 dunia, mereka justru tampil tanpa beban saat menghadapi Eloi Adam/Leo Rossi yang secara peringkat jauh lebih unggul di posisi 52 dunia.
Di atas lapangan, perbedaan peringkat tersebut seolah tidak berarti. He/Ren menang meyakinkan dengan skor 21-13 dan 21-16, sekaligus memastikan kemenangan agregat 3-1 bagi China untuk mengamankan gelar juara dalam kurun waktu 2024-2026. Hasil manis ini menjadi pelipur lara yang sempurna bagi publik olahraga China.
Pasalnya, keberhasilan tim Thomas Cup ini datang tepat setelah tim Uber Cup mereka harus menelan pil pahit usai takluk dari Korea Selatan dengan skor 1-3 di partai final. Dengan trofi Thomas Cup yang kembali ke pelukan, China sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah standar tertinggi dalam peta persaingan bulu tangkis dunia saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....