Akbar Mardiansyah: Membangun Asa Atlet Disabilitas Melalui Olahraga

  • 05 Apr 2026 13:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Perjalanan hidup Ketua NPCI Majalengka sekaligus Owner Lifter Gym, Akbar Mardiansyah, tidak lepas dari peran sosok yang membantunya berkembang. Ia menyebut orang tua angkatnya, seorang dokter spesialis bedah di Majalengka, sebagai figur penting dalam hidupnya.

Akbar mengungkapkan, dukungan tersebut menjadi titik awal dirinya mampu membangun usaha sekaligus mengembangkan pembinaan atlet. “Saya bisa sampai di titik ini dan bisa berwirausaha itu berkat orang tua angkat saya yang memberikan banyak peluang,” ujar akbar kepada RRI Sabtu, 4 April 2026.

Kesempatan itu bermula saat ia menjadi personal trainer freelance sambil menjalani kuliah dan karier sebagai atlet. Dari hubungan profesional tersebut, ia mendapat kepercayaan untuk mengelola fasilitas kebugaran.

“Dari situ saya diberi kesempatan mengelola alat fitness, dan akhirnya di 2017 saya mulai mengelola tempat kebugaran,” ucapnya.

Perjalanan tersebut terus berkembang hingga akhirnya ia mampu mendirikan tempat fitness sendiri dengan fasilitas lebih modern. Modal usaha itu berasal dari hasil bonus prestasi yang ia kumpulkan selama berkarier sebagai atlet dan pelatih.

Selain membangun usaha, Akbar juga menekankan pentingnya olahraga dalam meningkatkan kepercayaan diri, terutama bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, olahraga mampu mengubah cara pandang seseorang terhadap dirinya sendiri.

“Setelah menekuni olahraga, kepercayaan diri saya meningkat, karena walaupun memiliki kekurangan, saya punya kelebihan,” katanya.

Sebagai Ketua NPCI Majalengka, Akbar kini membina lebih dari 50 atlet disabilitas dari berbagai cabang olahraga. Ia bersama tim juga menjalankan program training camp untuk meningkatkan kualitas atlet secara menyeluruh.

Program tersebut memberikan fasilitas tempat tinggal, konsumsi, hingga pelatihan secara gratis bagi para atlet. Hasilnya, NPCI Majalengka mampu meraih peringkat keempat tingkat Jawa Barat pada 2025.

“Program training camp ini sangat membantu atlet, bahkan keluarga mereka juga merasa terbantu karena atlet mendapatkan pembinaan yang maksimal,” ujarnya.

Untuk 2026, Akbar menyatakan fokus utama tetap pada pembinaan dan persiapan menghadapi Peparda. Ia menargetkan partisipasi di sekitar 10 hingga 11 cabang olahraga dengan sistem latihan yang disesuaikan masing-masing pelatih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....