Akbar Mardiansyah Ungkap Tantangan Bina Calon Atlet Disabilitas

  • 05 Apr 2026 13:32 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Peralihan peran dari atlet menjadi pelatih membawa perubahan besar bagi Ketua NPCI Majalengka sekaligus Owner Lifter Gym, Akbar Mardiansyah. Ia kini tidak hanya fokus pada diri sendiri, tetapi juga bertanggung jawab terhadap perkembangan banyak atlet.

Akbar mengungkapkan bahwa menjadi pelatih menuntut perhatian lebih luas, termasuk aspek nonteknis para atlet. “Ketika saya beralih menjadi pelatih, saya tidak hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga bagaimana perkembangan masing-masing atlet, bahkan sampai persoalan di luar latihan,” ujarnya kepada RRI Sabtu, 4 April 2026.

Ia juga berupaya menciptakan suasana latihan yang nyaman dengan memposisikan diri sebagai teman, guru, sekaligus pelatih. Hal tersebut dilakukan agar para atlet tetap semangat dan menikmati proses latihan yang dijalani.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah mencari calon atlet disabilitas yang bersedia dibina. Menurutnya, masih banyak penyandang disabilitas yang belum terbuka atau bahkan disembunyikan oleh keluarga.

“Untuk mencari bakal calon atlet disabilitas itu cukup sulit, karena banyak yang masih disembunyikan, sehingga proses pendekatan harus dilakukan secara bertahap,” ucapnya.

Selain itu, proses pembinaan juga membutuhkan pendekatan khusus karena setiap atlet memiliki kondisi yang berbeda. Perbedaan jenis disabilitas membuat metode latihan harus disesuaikan secara spesifik.

Akbar mencontohkan, atlet dengan kondisi polio dan amputasi memerlukan teknik latihan yang berbeda. Ia pun terus belajar untuk menyusun program latihan yang tepat bagi masing-masing atlet.

“Setiap jenis disabilitas punya pendekatan latihan yang berbeda, jadi saya harus terus belajar agar program latihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....