Atlet Kuningan Siap Tampil di ASEAN Para Games
- 20 Okt 2025 16:53 WIB
- Cirebon
KBRN, Kuningan : Komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan atlet disabilitas menjadi fokus utama National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Kuningan. Selain pembinaan berkelanjutan, NPCI Kuningan juga berbangga karena dua atletnya dipanggil memperkuat Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2026 yang akan digelar di Thailand pada Januari mendatang.
Ketua NPCI Kuningan, Wibawa Gumbira, atau yang akrab disapa Kang Gugum, menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan para atlet yang berjuang di lapangan juga merasakan hasil perjuangan mereka.
“Jangan sampai mereka yang berjuang, tapi mereka tidak merasakan kesejahteraan,” ujar Kang Gugum menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi atlet disabilitas, Senin (20/10/2025).
NPCI Kuningan saat ini menaungi 46 atlet dari berbagai cabang olahraga sesuai klasifikasi disabilitas, seperti Daksa (disabilitas fisik), Tunanetra, dan Tunarungu Wicara (TRW). Cabang olahraga Daksa menjadi penyumbang prestasi terbanyak, sedangkan pada cabang Catur, atlet Tunanetra Kuningan juga menunjukkan keunggulannya.
Dua atlet asal Kuningan yang akan bertanding di Thailand kini tengah menjalani karantina di Solo. Tita akan bertanding di cabang Catur, sedangkan Insan akan turun di cabang Atletik.
“Keduanya akan mewakili Kuningan sekaligus Indonesia di ASEAN Para Games. Ini kebanggaan bagi kami dan semoga bisa mengharumkan nama daerah,” tuturnya.
Selain mempersiapkan keikutsertaan dua atlet di ajang internasional, NPCI Kuningan juga tengah bersiap menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) yang rencananya akan digelar di Indramayu pertengahan tahun depan.
Namun, di balik berbagai prestasi tersebut, NPCI Kuningan menghadapi tantangan besar. Banyak atlet berprestasi memilih bergabung dengan daerah lain karena alasan ekonomi. “Kebanyakan atlet kita bermain di luar Kuningan karena di luar secara ekonomi lebih menjanjikan,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal itu, pihaknya berencana membangun komunikasi personal dengan para atlet asal Kuningan yang kini berkiprah di luar daerah. Salah satunya adalah Deva, atlet bulutangkis peraih medali emas Olimpiade yang saat ini bermain di Tasikmalaya.
“Saya akan berusaha menghubungi secara personal, termasuk Deva yang peraih medali emas di Olimpiade. Kami ingin mereka kembali dan berjuang untuk Kuningan,” katanya.
Dalam hal pembinaan, NPCI Kuningan menjalin kerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kuningan untuk memanfaatkan pelatih lokal berkualitas di sejumlah cabang seperti renang, atletik, bulutangkis, dan tenis meja.
NPCI Kuningan juga tengah menantikan hasil seleksi atlet tingkat provinsi yang akan berlangsung pada November ini. Mereka berharap lebih banyak atlet asal Kuningan yang terpanggil memperkuat Jawa Barat di tingkat nasional.
“Kami ingin terus membina, memotivasi, dan menyejahterakan atlet disabilitas agar mereka bisa bangga berjuang membawa nama Kuningan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....