Tantangan Berarti, Motivasi Tiga Atlet Wushu Lolos Porprov

  • 09 Okt 2025 22:19 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Kuningan : Tiga atlet wushu dari Kabupaten Kuningan sukses melewati babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK-Porprov) XV di Kota Bekasi (1–6/10), memastikan tiket mereka ke Porprov 2026. Keberhasilan ini diraih di tengah adanya perubahan peraturan dan kendala anggaran yang menjadi tantangan berat bagi kontingen.

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Wushu Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna, mengungkapkan perjuangan kali ini sangat sulit, terutama karena adanya peraturan baru dari KONI Jawa Barat.

Peraturan ini mewajibkan setiap atlet untuk melalui babak kualifikasi, kecuali tuan rumah."Sebelumnya, dalam BK Porprov, atlet PON, Nasional dan tuan rumah mendapatkan wildcard. Ketemunya di Porprov. Namun kali ini bertanding di penyisihan pada semua nomor pertandingan. Tidak Kuningan saja merasa keberatan. Semua kontingen pun mengalami hal sama,” tuturnya.

Meskipun Pengcab mengirimkan seluruhnya atlet junior hasil dari pekan olahraga pelajar daerah (POPDA), hasilnya cukup memuaskan. "Meski pun demikian, kita fight tanpa kenal takut dan pantang menyerah. Alhamdulillah hasilnya lolos tiga orang," ujar Putu.

Ia mencatat hasil Kuningan yang meloloskan jumlah sedikit hampir sama dengan daerah lain, menunjukkan Porprov sekarang cukup merata tiap daerahnya.

Tiga atlet yang lolos adalah:

Fatha Ukuhuwa Mahmud, dari nomor taolu tradisional Batch Cham Dao dan Mok Yang Jong, Ibnu Abdun Azzmi, dari kategori Sansau kelas 60 Kg dan Hamdan Mardiansyah, dari kategori Sansau kelas 70 kg.

Dengan adanya waktu persiapan selama sepuluh bulan di muka, kesempatan meraih medali di Porprov 2026 dinilai terbuka lebar. Putu Bagiasna secara spesifik melihat peluang meraih medali emas di Porprov cukup terbuka dari kategori Batch Cam Dao dan Mok Yang Jong.

"Karena di sana tak ada atlet PON maupun Sea Games," jelasnya. Berbeda dengan nomor lain yang cukup banyak diikuti atlet yang sudah berprestasi di tingkat nasional. Waktu sepuluh bulan ke depan akan dimanfaatkan untuk perbaikan. "Ada waktu untuk memperbaiki kesalahan selama sepuluh bulan paska pertandingan BK,” pungkasnya


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....