SP-PBB Tolak Wacana Penggabungan PDSI ke Elnusa di Kilang Balongan

  • 20 Sep 2026 17:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu – Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Balongan (SP-PBB) menyatakan penolakan terhadap skema penataan ulang (streamlining) korporasi hulu yang dinilai berpotensi mengganggu kedaulatan energi nasional. Penolakan tersebut disampaikan dalam pernyataan resmi dari kawasan Kilang RU VI Balongan, Indramayu.

Sekretaris Jenderal SP-PBB, Dendy Haryadi, menegaskan pihaknya menolak pembahasan tertutup terkait masa depan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Pernyataan tersebut disampaikan Dendy pada Sabtu, 19 September 2026 di Balongan.

Aksi solidaritas ini dipicu oleh kekhawatiran atas wacana penggabungan atau restrukturisasi bisnis jasa hulu Pertamina dengan PT Elnusa Tbk tanpa kejelasan kajian dan valuasi objektif. Pengurus serikat pekerja, termasuk Jaenal dari Bidang Aksi dan Ade R. dari Bidang Media, memastikan kesiapan anggota Pekerja Kilang Balongan untuk mengawal kebijakan korporasi tersebut.

Bagi para pekerja di Balongan, PDSI dinilai sebagai komponen vital ketahanan hulu yang mengelola tenaga ahli, teknologi pengeboran, serta standar keselamatan operasional. Entitas ini tidak sekadar dipandang sebagai penyedia anjungan pengeboran atau aset fisik di lapangan minyak semata.

Pada Juli 2026 lalu, PDSI mengoperasikan puluhan anjungan pengeboran serta mengandalkan pusat pelatihan mandiri di Mundu, Indramayu. Pihak serikat menilai pengurangan peran strategis unit bisnis tersebut dapat berdampak pada pasokan energi nasional.

Melalui konsolidasi di Sekretariat Jalan Arun Nomor 1 Komplek GOR Bumi Patra, SP-PBB merumuskan lima tuntutan utama kepada manajemen korporasi. Tuntutan tersebut mencakup transparansi transaksi, penguasaan penuh oleh Pertamina Grup, pelibatan serikat pekerja, perlindungan hak normatif, serta penguatan posisi PDSI sebagai National Drilling Champion.

Koordinator lapangan aksi, Jaenal, bersama Ade R., menyatakan komitmen penuh anggota untuk menjalankan instruksi organisasi. "Apapun keputusan dan instruksi dari SP-PBB ke depan, kami siap mengawal penuh dan berdiri di barisan paling depan demi menjaga kehormatan organisasi serta masa depan energi rakyat Indonesia!" ujar mereka.

Bidang Media SP-PBB, Ade R., menambahkan kekhawatiran terkait dampak penggabungan unit usaha tersebut terhadap kebijakan energi nasional. "Kami khawatir penggabungan PDSI ke Elnusa berpotensi mencederai cita-cita mulia Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan energi terkait penguasaan negara atas sumber daya energi," kata Ade R.

Serikat pekerja meminta manajemen puncak Pertamina dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) untuk membuka ruang dialog serta menyampaikan valuasi secara transparan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kebijakan yang berisiko merugikan aset negara.

Konsolidasi dari Balongan tersebut menyuarakan pesan utama organisasi terkait penguatan entitas bisnis hulu Pertamina. Pesan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut menegaskan slogan "PDSI Kuat, Pertamina Hebat, Energi Berdaulat!".

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....