HUT ke-81 RRI Didorong Semakin Adaptif dan Inovatif

  • 12 Sep 2026 02:28 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Memasuki usia ke-81 tahun, Radio Republik Indonesia (RRI) dinilai masih memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan informasi dan edukasi masyarakat di tengah perkembangan media digital. RRI juga diharapkan terus memperkuat inovasi dan adaptasi agar mampu menjangkau berbagai segmen masyarakat.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon, Ramdan, menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HUT ke-81 RRI yang jatuh pada 11 September 2026. Menurutnya, perjalanan RRI tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

“Berbicara RRI sama dengan kita membaca sejarah perjuangan bangsa ini, karena setiap tonggak sejarah kita pasti lewat RRI,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan radio masih dibutuhkan masyarakat meskipun saat ini pilihan media untuk memperoleh informasi semakin beragam. Menurutnya, masih terdapat segmen masyarakat yang menjadikan radio sebagai sumber informasi sekaligus sarana komunikasi.

“RRI sangat masih sangat diperlukan masyarakat, karena segmen-segmen komunikasi kita, walaupun sekarang sudah lebih beragam, tapi tetap segmen-segmen di dunia pendengar itu masih diperlukan,” katanya.

Menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan karakter generasi, Ramdan mendorong RRI untuk semakin inovatif dan adaptif dalam menyajikan informasi publik. Ia menilai kajian terhadap kebutuhan generasi muda, termasuk Generasi Z, penting dilakukan agar konten RRI tetap relevan.

“Saya berharap RRI lebih inovatif, lebih adaptif dengan keadaan zaman karena Generasi Z sekarang kan sulit diprediksi. Mungkin RRI lebih banyak melakukan kajian-kajian, apa yang diperlukan untuk generasi-generasi kita sekarang,” ujarnya.

Dari sisi pemerintahan, ia berharap RRI tetap mengedepankan pemberitaan yang berimbang dan adil dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Selain itu, RRI dinilai perlu meningkatkan penyampaian pesan edukatif bagi masyarakat.

Menurutnya isu seperti bahaya narkoba, ketergantungan terhadap gawai, perubahan iklim, kebakaran hutan, hingga bencana sosial perlu mendapat perhatian dalam pemberitaan dan edukasi publik. Ia juga mendorong agar informasi tersebut disertai solusi sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui persoalan, tetapi juga memperoleh panduan dalam menghadapinya.

Ia mencontohkan isu kekeringan yang dapat berdampak langsung terhadap sektor pertanian, khususnya dalam menentukan masa tanam dan pengelolaan biaya produksi petani, dan lainnya. Karena itu, ia menilai kecepatan penyampaian informasi menjadi penting agar masyarakat, dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat.

“Ketika kekeringan, di sini sangat berpengaruh kepada masa tanam petani. Sedangkan masa tanam ini, petani banyak pertimbangan untuk menanam, menanam bibit dan sumber biaya yang besar, jadi ketika informasi-informasi tersumbat, kasihan para petani kita,” katanya.

Ia berharap RRI dapat terus berperan dalam mendukung program pemerintah, terutama terkait ketahanan pangan, perubahan iklim, serta mitigasi berbagai bencana dan persoalan sosial. Fungsi informasi dan edukasi tersebut dinilai penting untuk membantu masyarakat memahami risiko sekaligus memperoleh informasi mengenai langkah penyelesaiannya.

“Yang lebih dikedepankan oleh RRI untuk menunjang program-program pemerintah, terutama di ketahanan pangan dan perubahan iklim maupun dari sisi bencana-bencana sosial seperti narkotika, bahaya-bahaya ketergantungan gadget dan lain-lain,” ucapnya.

Di tengah percepatan digitalisasi, ia menilai tantangan yang dihadapi RRI tidak hanya berasal dari sesama media radio, tetapi juga dari perubahan ekosistem media secara keseluruhan. Kondisi tersebut menuntut insan penyiaran untuk terus memperkuat kapasitas dan menghadirkan inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Pesan buat RRI, lebih kuat, lebih adaptif lagi. Karena bukan hanya RRI, bukan hanya segmen pendengar ini yang kena dampak dari kemajuan digitalisasi sekarang, media cetak, media televisi juga terdampak,” katanya.

Ia menegaskan bahwa inovasi dan adaptasi menjadi kunci bagi RRI untuk menghadapi perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi. Ia berharap seluruh insan RRI dan insan penyiaran dapat terus memperkuat perannya dalam menghadirkan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

“Saya mohon insan-insan RRI, lebih kuat, lebih inovatif dan lebih adaptif. Karena hanya itu yang bisa menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Menutup pesannya, ia kembali menyampaikan ucapan selamat kepada RRI yang memasuki usia ke-81 tahun. Ia berharap RRI tetap mampu mempertahankan eksistensinya sebagai media yang dekat dengan masyarakat sekaligus terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....