Melewatkan Strawberry Moon? Catat Full Buck Moon 2026, Waktu dan Lokasi Terbaiknya
- 01 Jul 2026 06:52 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Bagi masyarakat yang belum sempat menikmati keindahan Strawberry Moon pada akhir Juni lalu, masih ada kesempatan menyaksikan fenomena bulan purnama berikutnya, yaitu Full Buck Moon yang akan menghiasi langit pada Rabu, 29 Juli 2026.
Buck Moon 2026 akan mencapai puncak purnama pada pukul 21.35 WIB. Berdasarkan perhitungan astronomi, fase tersebut berlangsung pada 29 Juli 2026 pukul 14.35 UTC atau sekitar pukul 21.35 WIB, 22.35 Wita, dan 23.35 WIT.
Fenomena ini menjadi salah satu momen menarik bagi pencinta langit malam maupun masyarakat yang ingin menikmati suasana berbeda. Salah satu tempat yang bisa menjadi pilihan untuk menyaksikannya adalah Embun Sangga Langit, Palutungan, Kuningan.
Dengan suasana alam pegunungan, udara yang sejuk, serta pemandangan malam yang menawarkan panorama city light Kabupaten Kuningan, Waduk Darma, hingga Gunung Ciremai, menikmati bulan purnama dari Embun Sangga Langit dapat menjadi pengalaman tersendiri.
Sebelumnya, Strawberry Moon 2026 sudah dapat diamati sejak 29 Juni dan mencapai puncaknya pada 30 Juni 2026 pukul 06.56 WIB. Berdasarkan dokumen Fase-Fase Bulan dan Jarak Bumi-Bulan Tahun 2026 yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat puncaknya bulan berada pada jarak sekitar 405.251 kilometer dari Bumi.
Meski sama-sama merupakan fenomena bulan purnama, Strawberry Moon dan Buck Moon memiliki latar penamaan yang berbeda. Strawberry Moon merupakan sebutan untuk bulan purnama pada Juni yang berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara, khususnya suku Algonquin, karena bertepatan dengan musim panen stroberi liar.
Sementara itu, Buck Moon adalah sebutan untuk bulan purnama pada Juli yang berkaitan dengan periode ketika rusa jantan atau buck mulai menumbuhkan tanduk baru. Nama keduanya bukan menunjukkan perubahan warna bulan, melainkan berkaitan dengan musim dan tradisi penamaan bulan.
Saat Strawberry Moon, bulan tidak otomatis berubah menjadi merah muda seperti buah stroberi. Begitu pula dengan Buck Moon yang tidak memiliki warna khusus. Keduanya tetap tampak seperti bulan purnama biasa, meskipun terkadang dapat terlihat lebih jingga atau keemasan ketika baru muncul di ufuk timur akibat pengaruh atmosfer Bumi.
Salah seorang pengunjung Embun Sangga Langit, Rina, mengaku tertarik menikmati fenomena bulan purnama dari lokasi tersebut karena suasananya yang lebih tenang.
“Kalau melihat bulan di tempat yang pemandangannya bagus seperti ini pasti lebih berkesan. Bisa sambil menikmati udara malam dan suasana alam,” kata Rina, pada Rabu 1 Juli 2026, dini hari.
Bagi masyarakat yang ingin melihat Full Buck Moon, disarankan datang ke lokasi dengan pandangan langit yang terbuka dan minim cahaya lampu. Waktu terbaik untuk menikmati bulan adalah setelah bulan terbit di arah timur hingga beberapa jam berikutnya.
Pengunjung juga dapat membawa kamera atau telepon genggam untuk mengabadikan momen. Namun, tanpa peralatan khusus pun fenomena ini tetap bisa dinikmati dengan mata telanjang selama kondisi langit cerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....