Menjelang Idul Adha 2026, Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Dzulhijah

  • 16 Mei 2026 13:36 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon: Sidang isbat merupakan forum penting yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama untuk menetapkan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijah. Dalam waktu dekat Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Dzulhijah 1447 H yang nantinya akan menjadi acuan Hari Raya Idul Adha tahun 2026.

Tahun ini sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada 17 Mei 2026 yang bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1447 H. Informasi tersebut disampaikan oleh Kemenag melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) melalui akun Instagram resminya."Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H pada Minggu, 17 Mei 2026. Sidang ini menjadi penentu awal pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 H bagi umat Islam di Indonesia," tulis Bimas Islam dalam unggahan Instagramnya Kamis, 14 Mei 2026.

Rencananya sidang isbat akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta. Lokasi ini menjadi pusat pertemuan berbagai pihak dalam proses musyawarah penentuan awal bulan hijriah.

Sidang isbat sudah menjadi bagian dari tradisi keagamaan di Indonesia untuk menentukan awal hijriah menggunakan metode hisab dan rukyat. Sidang tersebut dihadiri oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, ormas Islam, hingga para pakar astronomi dari berbagai lembaga serta universitas dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama.

Proses sidang diawali dengan pemaparan data hisab atau perhitungan astronomi mengenai posisi hilal. Setelah itu dilakukan verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.

Hasil sidang isbat kemudian akan diumumkan oleh Menteri Agama dalam konferensi pers resmi kepada masyarakat. Keputusan tersebut menjadi acuan utama umat Islam di Indonesia dalam menentukan awal Dzulhijjah dan pelaksanaan ibadah kurban.

Dengan adanya sidang isbat ini, pemerintah berharap tercipta keseragaman dalam pelaksanaan ibadah umat Islam di Indonesia. Selain itu, proses ini juga memperkuat sinergi antara pendekatan ilmiah dan syariat dalam penentuan kalender hijriah nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....