Hari Tari Sedunia, Pegiat Tari Cirebon Soroti Era Digital
- 29 Apr 2026 14:03 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Peringatan Hari Tari Sedunia menjadi momen penting untuk mengingat kembali nilai seni tari sebagai bagian dari warisan budaya. Di tengah perkembangan teknologi digital, seni tari dinilai tetap memiliki peran penting dalam menjaga identitas bangsa.
Pegiat Seni Tari Cirebon, H. Nur Taufik Hidayah, mengatakan bahwa tari memiliki pondasi yang kuat sehingga tetap relevan di era modern. Menurutnya, gerakan dalam tari tidak hanya menampilkan keindahan, tetapi juga mengandung makna spiritual dan sejarah.
“Tari dunia itu mengingatkan bahwa gerak bukan sekadar estetika, melainkan doa, sejarah, dan identitas. Melalui tari, kita menjaga napas budaya agar tetap hidup di tengah arus media sekarang,” ujar Taufik saat dihubungi RRI pada Selasa, 28 April 2026.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi tantangan yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, pelaku seni diharapkan mampu beradaptasi dengan teknologi sekaligus tetap menjaga nilai budaya tradisional.
Selain itu, ia menilai tantangan terbesar dalam melestarikan tari tradisional adalah menjaga minat masyarakat agar tidak meninggalkan budaya lokal. Menurutnya, kemajuan teknologi jangan sampai membuat masyarakat lebih tertarik pada konten digital dibandingkan seni budaya.
“Kita harus kuat jangan sampai budaya ini ditinggalkan oleh pemirsanya, dan pariwisata jangan sampai kehilangan penikmatnya karena terlalu asyik melihat teknologi. Ini yang harus kita persiapkan ke depan agar kita tidak kalah oleh perkembangan AI,” katanya.
Ia menegaskan bahwa upaya pelestarian tari harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi kepada generasi muda. "Momentum Hari Tari Sedunia diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya tradisional," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....