Makna Hari Puisi Nasional, Pengingat Warisan Chairil Anwar

  • 28 Apr 2026 21:26 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Hari Puisi Nasional yang diperingati setiap 28 April menjadi momentum penting untuk kembali mengingat peran puisi dalam perjalanan sastra Indonesia. Peringatan ini juga berkaitan erat dengan sosok penyair legendaris yang memberi warna besar bagi dunia kepenyairan Tanah Air.

Pegiat Sastra Indonesia Cirebon, Fathan Mubarak, menjelaskan bahwa di Indonesia terdapat dua momentum yang berkaitan dengan peringatan puisi. Selain Hari Puisi Nasional pada 28 April yang merujuk pada wafatnya Chairil Anwar, terdapat pula Hari Puisi Indonesia yang dikaitkan dengan hari kelahirannya.

“Kalau di Indonesia itu ada dua momentum untuk memperingati puisi, yaitu Hari Puisi Nasional yang merujuk pada hari wafat Chairil Anwar, dan Hari Puisi Indonesia yang merujuk pada hari kelahirannya,” ujarnya ketika dihubungi oleh RRI pada Selasa, 28 April 2026.

Menurut Fathan, kedua momentum tersebut memiliki makna yang sama karena sama-sama mengingatkan masyarakat pada sosok Chairil Anwar sebagai penyair besar Indonesia. Ia menilai peringatan tersebut bukan sekadar mengenang tokoh, tetapi juga menjadi pengingat terhadap pentingnya dunia kepenyairan.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠“Makna Hari Puisi Nasional bagi saya adalah mengingatkan kita pada sosok Chairil Anwar dan dunia kepenyairan, bahwa puisi mungkin berada di tepi, tetapi pada momen tertentu terasa sangat berharga,” katanya.

Lebih lanjut, Fathan menyebut puisi memiliki peran penting sebagai sumber penguatan batin dan refleksi kehidupan. Banyak tokoh besar, menurutnya, mendapatkan inspirasi dan kekuatan rohani dari karya sastra, termasuk puisi.

Sebagai penulis, Fathan mengaku aktif menulis esai dan puisi dalam berbagai kesempatan. Ia juga menilai sosok Chairil Anwar memberi inspirasi dalam hal kesungguhan mengolah bahasa, meski tidak selalu diikuti dari segi bentuk karya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....