Mensos Gus Ipul Apresiasi Stikerisasi Bansos di Kabupaten Majalengka

  • 24 Apr 2026 19:38 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Majalengka atas inovasi penempelan stiker pada rumah penerima bantuan sosial (bansos). Langkah ini dinilai sebagai terobosan konkret dalam memastikan distribusi bantuan tepat sasaran sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan.

Mensos Gus Ipul menegaskan bahwa kebijakan stikerisasi menjadi bentuk transparansi sekaligus kontrol sosial di tengah masyarakat. "Ini adalah kerja nyata agar bansos tepat sasaran. Dengan adanya stiker, masyarakat bisa saling mengawasi dan menyadari apakah masih layak menerima bantuan atau tidak," ujar Gus Ipul di Majalengka, Jumat, 24 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai identifikasi penerima bantuan, tetapi juga mendorong kesadaran kolektif. Warga yang sudah tidak memenuhi kriteria diharapkan secara sukarela mengundurkan diri sehingga bantuan dapat dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

Lebih lanjut, Gus Ipul menilai langkah Pemerintah Kabupaten Majalengka berada selangkah lebih maju dibanding daerah lain. Selain mengerahkan aparatur sipil negara (ASN) untuk stikerisasi, proses ini dimanfaatkan untuk pemutakhiran data sosial nasional secara akurat.

"Majalengka sudah di depan. Ini sejalan dengan semangat ‘Langkung SAE’, di mana inovasi daerah mampu mendukung kebijakan nasional," kata Gus Ipul menegaskan.

Mensos juga menekankan bahwa bantuan sosial sejatinya bersifat sementara, khususnya bagi masyarakat usia produktif. Bantuan diberikan sebagai stimulus awal agar penerima dapat bangkit dan mandiri secara ekonomi.

Sementara itu, untuk kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas, bantuan tetap bersifat berkelanjutan. "Bansos itu bukan untuk selamanya. Tujuannya adalah mendorong masyarakat menjadi lebih berdaya, memiliki keterampilan, hingga mampu membuka usaha sendiri," ucapnya menjelaskan.

Ia menambahkan bahwa ketepatan sasaran menjadi kunci utama keberhasilan program bansos di tanah air. Masyarakat yang sudah tidak memenuhi syarat diharapkan tidak lagi menerima bantuan dan dianjurkan secara sadar untuk menolaknya.

Melalui inovasi stikerisasi, Pemerintah Kabupaten Majalengka dinilai berhasil menciptakan sistem distribusi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pemberdayaan. "Langkah ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam upaya pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan," kata Mensos Gus Ipul.

Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan tata kelola bantuan yang transparan. Langkah ini bertujuan membangun kesadaran sosial di tengah masyarakat Kabupaten Majalengka.

"Stikerisasi ini bukan untuk memberi label, tetapi sebagai bentuk keterbukaan agar bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak. Kami ingin ada kejujuran dan kesadaran bersama," ujar Bupati Majalengka.

Ia juga menekankan bahwa program bansos harus mampu menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi masyarakat. Pemkab Majalengka terus mendorong berbagai program pemberdayaan, mulai dari pelatihan keterampilan hingga dukungan usaha.

"Kami ingin masyarakat tidak selamanya bergantung pada bantuan. Harapannya, mereka bisa naik kelas, mandiri, dan memiliki penghasilan sendiri," ucap Bupati Majalengka, Eman Suherman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....