Kunjungan Mensos Gus Ipul di Majalengka Perkuat Program Sekolah Rakyat

  • 24 Apr 2026 18:43 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka pada Jumat, 24 April 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperkuat implementasi program strategis nasional, khususnya dalam pengentasan kemiskinan terpadu melalui inisiatif Sekolah Rakyat.

Mensos menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Majalengka telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan. Program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pengentasan kemiskinan secara menyeluruh.

"Sekolah Rakyat ini bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga memberdayakan orang tua melalui berbagai intervensi program strategis," ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, pendekatan yang dilakukan bersifat holistik. Selain pendidikan bagi anak, keluarga penerima manfaat juga mendapatkan dukungan berupa renovasi rumah layak huni, akses Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk jaminan kesehatan nasional, hingga pelatihan kewirausahaan.

Tujuannya adalah mendorong keluarga siswa menjadi lebih mandiri dan mengalami peningkatan kesejahteraan. Kunjungan tersebut juga dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menyatukan langkah dalam menjalankan program prioritas nasional.

"Kami turut memberikan apresiasi kepada Bupati Majalengka atas langkah progresif dalam mendukung realisasi Sekolah Rakyat di daerahnya," ucap Gus Ipul.

Secara nasional, jumlah siswa Sekolah Rakyat terus mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, tercatat hampir 16 ribu siswa telah terdaftar. Sementara pada tahun 2026, pemerintah menargetkan penambahan lebih dari 30 ribu siswa baru.

Sehingga total mencapai lebih dari 45 ribu siswa. Bahkan, pada tahun berikutnya, jumlah tersebut diproyeksikan menembus angka 100 ribu siswa di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Majalengka sendiri, saat ini Sekolah Rakyat masih dalam tahap rintisan dengan memanfaatkan gedung sementara.

Namun demikian, pemerintah telah menyiapkan pembangunan fasilitas permanen dengan kapasitas hingga 1.000 siswa, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Penerimaan peserta didik direncanakan dilakukan secara bertahap, dengan kuota sekitar 300 siswa setiap tahun.

Sementara itu, Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menyampaikan rasa optimisme dan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 7 hektare di wilayah Simpeurem, Kecamatan Cigasong, sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

"Kami sempat merasa khawatir program ini tidak terealisasi. Namun, komitmen dari pemerintah pusat memberikan keyakinan bahwa Sekolah Rakyat di Majalengka akan terwujud," ujarnya.

Pemkab Majalengka juga telah mengalokasikan anggaran dari APBD. Anggaran tersebut digunakan untuk membuka akses jalan menuju lokasi pembangunan, yang saat ini masih terbatas dan hanya dapat dilalui kendaraan kecil.

Peningkatan infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran operasional sekolah di masa mendatang. Lebih lanjut, Bupati Eman menyoroti dampak positif dari Sekolah Rakyat rintisan yang telah berjalan.

Ia mengaku terharu melihat perkembangan para siswa yang sebelumnya berasal dari latar belakang kurang beruntung, namun kini menunjukkan perubahan signifikan, baik dari segi penampilan maupun kemampuan akademik, termasuk penguasaan bahasa asing seperti Inggris dan Arab.

"Program ini benar-benar luar biasa. Kami berharap Sekolah Rakyat dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi konkret dalam memutus rantai kemiskinan, sekaligus membuka akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga Kabupaten Majalengka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....