Tanaman Herbal Keraton Kasepuhan Cirebon Miliki Potensi Ekonomi
- 03 Apr 2026 19:02 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Keraton Kasepuhan Cirebon tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga memiliki potensi tanaman herbal langka. Hal ini menjadi perhatian Kementerian Kebudayaan dalam pengembangan kawasan keraton.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., menemukan berbagai tanaman obat yang telah lama tumbuh di lingkungan keraton. Tanaman tersebut dinilai memiliki nilai edukasi dan ekonomi.
“Satu hal yang mengejutkan adalah di Keraton Kasepuhan ini banyak terdapat tanaman obat langka yang ditanam sejak dulu,” ujarnya kepada media pada Jumat, 3 April 2026. Ia menyebut tanaman seperti kelor dan temulawak memiliki manfaat besar.
Fadli Zon mendorong agar tanaman tersebut dilengkapi informasi yang jelas bagi pengunjung. Pelabelan dalam bahasa Indonesia dan Latin dinilai penting untuk edukasi.
“Saya menyarankan agar tanaman-tanaman ini diberi label nama dalam bahasa Indonesia dan bahasa Latin, bahkan kalau perlu dilengkapi dengan barcode,” ucapnya. Langkah ini dapat memperkaya pengalaman wisata.
Selain itu, ia membuka peluang pengembangan produk turunan dari tanaman herbal tersebut. Potensi ini dinilai sejalan dengan pengakuan jamu sebagai warisan budaya dunia.
“Jamu sendiri sudah menjadi Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO pada tahun 2023, sehingga ini bisa menjadi produk turunan atau hilirisasi yang bermanfaat,” katanya. Pengembangan ini diharapkan memberi nilai tambah ekonomi.
Pengelolaan potensi herbal ini dapat dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga riset seperti BRIN. Pendekatan ilmiah dinilai penting untuk memastikan kualitas dan manfaat produk.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah dan pihak keraton akan menjadi kunci pengembangan. Potensi herbal ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus ekonomi lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....