KPID Jabar Tekankan Peran Penyiaran dalam Jaga Ketahanan Nasional
- 01 Apr 2026 16:39 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) 2026 memasuki usia ke-93 dengan mengusung tema “Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional”. Tema ini dinilai relevan di tengah tantangan informasi digital yang semakin kompleks.
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, Dr. Adiyana Slamet, S.IP., M.Si., menilai ketahanan nasional kini tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer dan ekonomi. Menurutnya, ancaman juga datang dari serangan informasi yang dapat memengaruhi stabilitas bangsa.
“Ketahanan nasional hari ini tidak hanya dilihat dari hard power seperti alutsista dan ekonomi, tetapi juga dari soft power berupa serangan informasi yang bisa merusak ideologi, politik, sosial, budaya, hingga pertahanan keamanan,” ujar Adiyana Slamet kepada RRI, Rabu, 1 April 2026.
Ia menjelaskan, propaganda dan disinformasi dapat berasal dari luar maupun dalam negeri. Kondisi ini membuat peran penyiaran menjadi sangat penting dalam menjaga kualitas informasi publik.
“Lembaga penyiaran harus hadir dengan program siaran yang edukatif, informatif, dan membangun karakter bangsa dengan mengangkat nilai-nilai budaya,” ucapnya.
Di Jawa Barat sendiri, jumlah lembaga penyiaran tercatat sebagai yang terbanyak di Indonesia mencapai 423 lembaga penyiaran. Dengan jumlah tersebut, peran sebagai filter dan penjernih informasi menjadi semakin krusial.
Adiyana menambahkan, lembaga penyiaran telah menjalankan fungsinya dalam memerangi hoaks melalui pedoman Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Hal ini terbukti saat terjadi kekacauan informasi di media berbasis internet pada Agustus 2025 lalu.
“Ketika terjadi kekacauan informasi di media internet, lembaga penyiaran hadir sebagai clearing informasi, dan ini menunjukkan perannya dalam menjaga ketahanan nasional,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....