Kadin Majalengka Kelola 20 Dapur MBG Baru
- 23 Jun 2025 21:45 WIB
- Cirebon
KBRN, Majalengka: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Majalengka terus diperluas. Kali ini, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Majalengka dipercaya untuk mengelola 20 dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai upaya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah di berbagai jenjang pendidikan.
Person in Charge (PIC) Program MBG Kadin Majalengka, Surya Pragala, menjelaskan bahwa satu dapur MBG dirancang untuk menyiapkan sekitar 3.500 porsi makanan sehat per hari. Makanan tersebut akan disalurkan kepada peserta didik dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA.
"Sejauh ini sudah ada 10 calon pengelola dapur yang mendaftar melalui Kadin. Dapurnya akan beroperasi di beberapa wilayah di Majalengka," ucap Surya dalam rapat sosialisasi bersama Pokja MBG Kadin Jawa Barat, Senin (23/6/2025).
Ia menambahkan bahwa setiap dapur akan melayani sekolah-sekolah dalam radius 2,5 hingga 5 kilometer, dengan tujuan agar makanan bisa didistribusikan maksimal dalam waktu 30 menit tanpa terhambat kondisi lalu lintas.
Sebagai organisasi resmi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987, Kadin berkomitmen untuk terlibat aktif dalam program-program prioritas pemerintah. Penambahan 20 dapur MBG oleh Kadin Majalengka diharapkan mampu memperluas cakupan dan pemerataan program di seluruh wilayah kabupaten.
Selain berfokus pada pemenuhan gizi anak, program MBG juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal, khususnya dalam pemberdayaan pelaku UMKM. “Program ini jadi peluang besar, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil. MBG mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM yang menyuplai bahan makanan dan perlengkapan dapur,” ujar Surya.
Tak hanya itu, program MBG juga dinilai strategis dalam menurunkan angka kemiskinan, pengangguran, dan stunting. Kadin Majalengka optimistis target 20 dapur dapat terealisasi sesuai rencana dan sejalan dengan arah kebijakan nasional.
Sementara itu, Sekretaris Pokja MBG Jawa Barat, Teguh, didampingi Toto Riyanto, menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Barat saat ini menjadi wilayah dengan kuota dapur MBG terbanyak di Indonesia, yaitu sebanyak 246 dapur aktif yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
“Program MBG yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini tidak hanya fokus pada penyediaan makanan sehat bagi anak sekolah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru. Satu dapur MBG bahkan bisa menyerap hingga 50 tenaga kerja lokal,” kata Teguh.
Menurutnya, keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada dukungan dunia usaha. Oleh karena itu, Kadin tidak hanya bertanggung jawab membangun dapur, tapi juga berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah.
“Keterlibatan dunia usaha sangat penting untuk menyukseskan program ini. Kadin siap mendukung dari hulu ke hilir,” ujar Teguh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....