Misteri Kain Kafan Turin Terkuak

  • 25 Agt 2024 10:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Para ilmuwan dari Institut Kristalografi Italia meneliti delapan benang kecil rami yang menjadi bahan dasar Kain Kafan Turin. Dengan menggunakan teknologi sinar-X, mereka menentukan tanggal pada setiap benang tersebut. Mereka mengukur bagaimana selulosa di dalam rami telah terurai seiring bertambahnya usia kain itu, kemudian mengonversinya menjadi waktu yang telah berlalu sejak kain itu dibuat. Parameter lain yang digunakan adalah suhu tempat kain tersebut disimpan. Mereka mengasumsikan kain itu disimpan pada suhu antara 20-22,5 derajat Celcius (dan kelembaban relatif 55-75%) sepanjang sejarahnya.

Para peneliti mengaku bahwa metode yang mereka gunakan ini lebih dapat diandalkan dibandingkan penanggalan radiokarbon karena kain seperti linen mudah terkontaminasi. Hal itu dapat membuat penanggalan radiokarbon menjadi tidak akurat.

Dikutip dari bbc.com, Minggu (25/8/2024), tim peneliti akhirnya menyimpulkan bahwa kain kafan tersebut dibuat sekitar 2.000 tahun yang lalu, atau sekitar zaman Yesus. Mereka juga mengatakan bahwa Kain Kafan Turin terbuat dari jenis tenunan linen yang digunakan pada zaman kuno, namun bukan pada Abad Pertengahan.

Mereka mempublikasikan hasilnya di jurnal Heritage pada April 2022, dan baru belakangan ini hasil penelitian itu viral serta diliput di berbagai media di AS, Inggris, dan Irlandia.

Kain Kafan Turin atau Kain Kafan Suci banyak dipercaya orang Nasrani sebagai kain yang digunakan untuk menguburkan Yesus. Kain Kafan Turin merupakan selembar kain linen dengan panjang 4,42 meter dan lebar 1,21 meter. Kain ini memiliki noda darah dan bayangan samar tubuh seorang laki-laki berjanggut dan bermata cekung dari bagian depan serta belakang.

Seorang ksatria, Geoffroy de Charny, mengaku menemukan kain kafan tersebut sekaligus menyatakannya sebagai kain penguburan Yesus pada tahun 1350-an dan menyerahkannya kepada gereja di Lirey, Prancis. Namun Pada 1389, Uskup Troyes, Pierre d'Arcis, menyebutnya sebagai pemalsuan dan mengecam keberadaan kain kafan tersebut. Kemudian pada 1578, kain kafan itu dipindahkan ke kapel kerajaan di katedral San Giovanni Battista di Turin, Italia.

Kain Kafan Turin menjadi salah satu artefak sejarah yang paling banyak dipelajari di dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....