Lawan FOMO dengan JOMO

  • 20 Jan 2026 07:29 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) masih menjadi tantangan besar di era media sosial, ketika seseorang merasa cemas tertinggal informasi, tren, atau aktivitas orang lain. Tekanan untuk selalu terhubung dan mengikuti perkembangan terkini kerap memicu stres, kelelahan mental, hingga menurunnya kepuasan hidup.

Untuk melawan hal tersebut, muncul pendekatan baru yang dikenal sebagai Joy of Missing Out atau JOMO. JOMO merupakan pola pikir yang menekankan kebahagiaan dalam memilih untuk tidak selalu terlibat dalam segala hal.

Alih-alih merasa cemas karena tertinggal, individu dengan mindset JOMO justru merasa lega dan sadar bahwa tidak semua hal perlu diikuti. Konsep ini mendorong seseorang untuk lebih selektif terhadap aktivitas, informasi, dan interaksi digital yang benar-benar memberi nilai positif.

Dengan menerapkan JOMO, seseorang dapat lebih fokus pada kebutuhan pribadi, seperti beristirahat, menjalani hobi, atau menikmati waktu berkualitas tanpa gangguan gawai. Pola pikir ini membantu mengurangi ketergantungan pada validasi sosial di media sosial dan meningkatkan kesadaran diri terhadap batasan fisik maupun emosional.

Para ahli kesehatan mental menilai JOMO sebagai bentuk perlawanan sehat terhadap budaya serba cepat dan kompetitif di dunia digital. Dengan membatasi konsumsi media sosial dan berani berkata “tidak” pada hal-hal yang tidak prioritas, individu dapat menjaga kesehatan mental sekaligus meningkatkan produktivitas dan keseimbangan hidup.

Lawan FOMO dengan JOMO bukan berarti mengisolasi diri, melainkan membuat pilihan sadar tentang bagaimana waktu dan energi digunakan. Di tengah derasnya arus informasi, JOMO menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari ikut serta, tetapi dari kemampuan menikmati hidup sesuai ritme dan kebutuhan diri sendiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....