Fenomena Mukbang Berbahaya Bagi Kesehatan

  • 17 Nov 2025 13:16 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Fenomena mukbang yang marak ditampilkan melalui YouTube, TikTok, dan berbagai platform digital kembali menjadi sorotan setelah sejumlah kasus menunjukkan dampak buruknya bagi kesehatan. Dalam banyak video, para creator terlihat mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, mulai dari mie satu panci hingga aneka hidangan dalam porsi tidak wajar, lengkap dengan suara kecapan yang dianggap menggugah selera penonton.

Meski tampak menghibur, kebiasaan ini dinilai memiliki risiko serius. Dilansir dari laman halodoc.com, pada 2021, seorang influencer asal China bernama Sun Yixian dilaporkan meninggal akibat pendarahan otak yang diduga berkaitan dengan pola makan ekstrem yang dijalaninya.

Kasus ini disebut menjadi contoh nyata bahwa aktivitas makan berlebihan yang dilakukan secara rutin dapat memicu kondisi medis berbahaya. Pakar gizi dan kesehatan menyebut mukbang berpotensi menyebabkan obesitas, kemudian membuka jalan bagi berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes tipe 2, gangguan jantung, hingga sleep apnea.

Konsumsi makanan tinggi lemak dan kalori dalam sekali makan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dan gula darah secara drastis. Selain risiko fisik, aspek psikologis pelaku mukbang tak kalah mengkhawatirkan.

Beberapa pelaku dilaporkan mengalami gangguan suasana hati, rasa bersalah, kelelahan, hingga pola tidur yang kacau akibat konsumsi makanan tidak sehat. Dalam situasi ekstrem, makan dalam porsi sangat besar dalam waktu singkat bahkan bisa memicu kematian mendadak.

Dalam penelitian berjudul The Psychology of Mukbang Watching (2021) yang diterbitkan dalam International Journal of Mental Health and Addiction, tontonan mukbang juga memiliki dampak negatif bagi penonton. Penelitian tersebut mencatat peningkatan kecenderungan makanan berlebihan, perubahan persepsi mengenai tubuh ideal, kebiasaan makan yang buruk, serta risiko obesitas.

Meski demikian, penelitian itu juga mencatat sebagian penonton merasa mendapatkan sensasi kebersamaan dan hiburan, terutama pada masa awal pandemic COVID-19 ketika kontak sosial sangat terbatas. Meningkatnya popularitas mukbang dinilai sebagai fenomena budaya digital yang perlu dicermati.

Para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak menelan mentah-mentah konten yang ditayangkan di media sosial. Literasi digital dan kemampuan menilai risiko kesehatan disebut penting agar masyarakat tidak ikut terjebak dalam pola konsumsi ekstrem yang membahayakan. (Sumber: halodoc.com/Evania Sema/IPB Cirebon)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....