Tren Kuliner Global Terbaru: Fricy alias Rujak
- 04 Jun 2026 06:03 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Setelah popularitas rasa swicy (manis-pedas) dan swavoury (manis-gurih), kini dunia kuliner global dihebohkan oleh tren rasa baru bernama fricy atau gabungan antara buah segar (fruity) dan pedas (spicy). Istilah unik yang lahir dari algoritma media sosial ini terbukti sukses mendongkrak angka penjualan berbagai produk kuliner terkemuka di Inggris sepanjang tahun 2026.
Dilansir dari The Guardian, Kamis, 4 Juni 2026, toko ritel makanan online Sous Chef melaporkan adanya lonjakan penjualan hingga 19 persen untuk produk bumbu cabai limau khas Meksiko bernama Tajín yang dipopulerkan oleh Holly Thomson. Sementara itu, jaringan supermarket Waitrose mencatat kenaikan permintaan sebesar 30 persen untuk produk Mango Amba Sauce, sebuah saus mangga pedas gurih yang diadopsi dari tradisi kuliner Yahudi-Irak.
Fenomena ini juga dirasakan langsung oleh Stuart McAllister selaku direktur pelaksana dari toko saus pedas Hot-Headz! yang kebanjiran pesanan saus buah tropis. Di London Utara, sebuah kafe pencuci mulut bernama Mango Twist yang didirikan oleh pria asal Peru, Dominic Vargas, menjadi destinasi favorit anak muda yang penasaran dengan sensasi rasa unik tersebut.
Salah seorang pelanggan setia berusia 26 tahun bernama Hannah mengaku sangat menggemari menu andalan kafe tersebut yang bernama ‘Volcano’, sebuah minuman es serut mangga berlumur saus cabai Meksiko (chamoyada). Kuliner ini menyajikan kombinasi rasa asam, pedas, manis, dan asin yang berpadu sempurna dengan sedotan khusus berlumur permen Tajín.
Selain minuman segar, kafe yang kini telah memiliki empat cabang tersebut juga sukses memikat lidah konsumen lewat menu buah potong ‘Mangonero’ serta camilan nanas ‘Pine pop’. Perpaduan buah tropis dan siraman saus cabai merah pekat ini memberikan sensasi makan yang adiktif serta jauh lebih menyegarkan ketimbang hidangan manis biasa.
Tren kuliner unik ini sejatinya bukanlah hal baru di dunia memasak karena konsep serupa telah lama diterapkan dalam hidangan salad pepaya pedas khas Vietnam. Karakter rasa fricy ini dinilai sangat berhasil memanjakan rongga mulut penikmatnya lewat perpaduan kontras antara kesegaran buah yang mendinginkan dan letupan rasa pedas yang membakar.
Ethan Pack, kepala koki di bar Three Sheets kawasan Soho, menilai popularitas rasa ini merupakan bagian dari gelombang kebangkitan kuliner khas Amerika Selatan di Inggris. Ia secara kreatif mengeksplorasi rasa tersebut ke dalam menu roti panggang tomat bersaus aji verde khas Peru serta minuman koktail margarita kombinasi rasberi dan cabai.
Sementara itu, Luke Larsson yang menjabat sebagai kepala koki di restoran Thailand Utara bernama Khao Bird turut mempopulerkan menu salad semangka tabur bubuk cabai phrik laab. Menurutnya, istilah gaul seperti fricy sangat membantu menstimulasi keberanian para pencinta kuliner modern untuk mengeksplorasi kombinasi rasa baru yang menantang di media sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....