Makna Kue Lapis Legit saat Perayaan Imlek

  • 15 Feb 2026 08:34 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Setiap perayaan Imlek, kue lapis legit hampir selalu hadir di meja keluarga Tionghoa. Teksturnya yang berlapis-lapis dan rasanya yang manis membuat kue ini bukan sekadar hidangan, tetapi juga simbol penuh makna yang diwariskan turun-temurun.

Dalam budaya Tionghoa, kue lapis melambangkan rejeki berlapis dan kehidupan yang terus meningkat. Lapisan demi lapisan diibaratkan sebagai harapan agar keberuntungan, kesehatan, dan kebahagiaan datang bertahap namun berkelanjutan di tahun yang baru. Tak heran, kue ini sering menjadi sajian wajib saat Imlek.

Dari sisi sejarah, kue lapis di Asia Tenggara berkembang sebagai hasil akulturasi budaya Tionghoa dan lokal. Penelitian tentang kuliner peranakan yang dimuat dalam Journal of Ethnic Foods menyebutkan bahwa makanan tradisional Imlek sering mengalami adaptasi bahan dan rasa sesuai wilayah, namun tetap mempertahankan makna simboliknya.

Menariknya, kebiasaan menyajikan kue manis saat Imlek juga berkaitan dengan psikologi rasa. Studi dalam Appetite Journal menunjukkan bahwa rasa manis dapat memicu perasaan positif dan kebahagiaan. Inilah sebabnya kue lapis legit dianggap cocok sebagai pembuka suasana hangat saat keluarga berkumpul merayakan Imlek.

Kue lapis legit juga mengajarkan nilai kesabaran dan ketelatenan. Proses pembuatannya yang harus dituang dan dipanggang lapis demi lapis mencerminkan filosofi hidup dimana kesuksesan tidak instan, tetapi dibangun perlahan. Nilai ini sejalan dengan ajaran budaya Tionghoa tentang kerja keras dan ketekunan.

Di era modern, kue lapis legit hadir dalam berbagai variasi, mulai dari lapis legit klasik hingga versi pandan, cokelat, dan keju. Meski tampil lebih kekinian, makna simbolisnya tetap melekat. Inovasi ini justru membuat kue lapis semakin relevan bagi generasi muda.

Dari sisi gizi, kue lapis memang tergolong tinggi gula dan lemak. Penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health mengingatkan bahwa konsumsi makanan manis sebaiknya dibatasi. Karena itu, kue lapis legit dalam perayaan Imlek lebih tepat dinikmati sebagai simbol dan suguhan kebersamaan, bukan konsumsi berlebihan.

Pada akhirnya, kue lapis bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita, tradisi, dan doa. Setiap lapisannya menyimpan harapan akan tahun yang lebih baik, penuh keberuntungan, dan keharmonisan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....