Cokelat Praline: Lebih dari Sekadar Manis
- 15 Feb 2026 08:55 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Cokelat praline sering diasosiasikan dengan hadiah romantis dan momen spesial. Bentuknya cantik, rasanya lembut, dan isinya beragam. Namun di balik tampilannya yang mewah, cokelat praline menyimpan sejumlah fakta unik yang jarang diketahui banyak orang.
Secara sejarah, praline pertama kali dikenal di Prancis pada abad ke-17. Menurut Encyclopedia of Food Sciences and Nutrition, praline awalnya dibuat dari kacang almond yang dilapisi gula karamel. Versi cokelat praline yang kita kenal sekarang baru berkembang setelah cokelat mulai populer di Eropa.
Isian cokelat praline ternyata sangat beragam. Penelitian dalam Journal of Food Science (2014) menjelaskan bahwa isian praline dapat berupa pasta kacang, krim, hingga ganache, yang memengaruhi tekstur dan pelepasan rasa saat dikunyah. Inilah yang membuat setiap praline punya sensasi unik.
Menariknya, cokelat praline dibuat dengan presisi tinggi. Menurut International Journal of Gastronomy and Food Science (2016), suhu tempering cokelat sangat menentukan kilau, kerenyahan, dan daya tahan praline. Kesalahan beberapa derajat saja bisa mengubah kualitas cokelat secara signifikan.
Dari sisi psikologis, cokelat praline juga memberi efek emosional. Studi dalam Appetite Journal (2013) menunjukkan bahwa konsumsi cokelat berkaitan dengan peningkatan suasana hati karena kandungan senyawa seperti theobromine dan phenylethylamine yang memicu rasa senang.
Cokelat praline tidak hanya soal rasa manis. Penelitian dalam Antioxidants (2020) menyebutkan bahwa kakao mengandung flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Meski demikian, manfaat ini tetap bergantung pada kandungan kakao dan kadar gula dalam praline.
| Baca juga: Dirty Latte |
Uniknya, cokelat praline juga bisa mencerminkan budaya. Di Belgia dan Swiss, praline dibuat dengan resep khas dan dianggap sebagai bagian dari warisan kuliner. Menurut Journal of Culinary Science & Technology (2018), variasi praline di berbagai negara mencerminkan selera lokal dan teknik pengolahan tradisional.
Soal penyimpanan, cokelat praline cukup sensitif. Food Research International (2019) menyebutkan bahwa praline sebaiknya disimpan pada suhu sejuk dan kering agar tekstur dan rasanya tetap optimal. Penyimpanan yang salah bisa membuat cokelat kehilangan kilau dan rasa.
Jadi, cokelat praline bukan sekadar camilan manis. Dari sejarah, teknik pembuatan, hingga efek psikologisnya, praline menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar rasa. Tak heran jika cokelat ini selalu punya tempat istimewa di hati para pencinta cokelat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....