Risiko Kematian Meningkat Akibat Konsumsi Ramen Terlalu Sering

  • 17 Nov 2025 14:20 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Sebuah penelitan hasil kolaborasi para peneliti dari Universitas Yamagata dan Ilmu Gizi Yonezawa Prefektural Yamagata menemukan fakta mengerikan tentang kebiasaan konsumsi ramen. Penelitian itu menyebut makan ramen sebanyak tiga kali atau lebih dalam seminggu meningkatkan risiko kematian hingga 1,52 kali.

Meski demikian temuan yang dipublikasikan dalam The Journal Of Nutrition, Health and Aging ini masih belum memastikan hasil penelitian ini cukup untuk menyimpulkan bahwa ramen benar-benar berbahaya. Menurutnya perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah benar konsumsi mi dalam jumlah besar berisiko terhadap kesehatan.

Peneliti melibatkan 6.725 penduduk berusia 40 tahun ke atas di Prefektur Yamagata, Jepang Utara yang mengikuti pemeriksaan kesehatan. Kota tersebut dipilih karena merupakan kota dengan pengeluaran rumah tangga tahunan tertinggi untuk ramen di Jepang.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kelompok yang mengonsumsi ramen tiga kali atau lebih per minggu memiliki risiko kematian 1,52 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang hanya makan sekali atau dua kali dalam seminggu. Namun para peneliti menilai peningkatan risiko tersebut berkaitan dengan faktor gaya hidup para pengonsumsi ramen berat, seperti tingginya asupan garam, kebiasaan minum alkohol, dan merokok.

Selama periode pemantauan, tercatat 145 peserta meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, 100 orang meninggal akibat kanker, sementara 29 orang lainnya karena penyakit jantung.

“Mi ramen dan kuahnya mengandung kadar garam yang tinggi. Oleh karena itu, konsumsi yang sering dapat meningkatkan kadar natrium dalam tubuh, yang berpotensi memicu penyakit terkait garam seperti stroke dan kanker lambung,” tulis para peneliti.

Dikutip dari The Independent (22/9/2025), para peneliti merekomendasikan agar ramen dikonsumsi sesekali saja, menghindari meminum sebagian besar kuahnya, serta lebih berhati-hati apabila menyantap ramen bersamaan dengan konsumsi alkohol.

“Saya berharap masyarakat tetap dapat menikmati ramen dengan mengurangi konsumsi kuah untuk menekan asupan garam, serta menyeimbangkan nutrisi dengan menambahkan sayuran atau topping lain,” ujar Dosen Universitas Ilmu Gizi Yonezawa yang juga anggota tim peneliti, Miho Suzuki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....