Sejarah Rendang: Dari Pedesaan Sampai Meja Istana

  • 14 Agt 2025 17:10 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Rendang adalah masakan tradisional Minangkabau, Sumatera Barat, yang telah menjadi ikon kuliner global. Sejarahnya sangat erat dengan budaya dan tradisi masyarakat Minangkabau. Nama "rendang" berasal dari kata "randang" dalam bahasa Minang, yang merujuk pada teknik memasak "marandang." Proses ini melibatkan memasak santan dan rempah-rempah secara perlahan hingga benar-benar kering, yang bisa memakan waktu hingga 24 jam. Hasilnya adalah daging yang empuk, bumbu pekat, dan warna gelap kehitaman.

Menurut fwd.co.id, rendang diperkirakan sudah ada sejak masa Kerajaan Pagaruyung (1347–1375 M). Kala itu, daging kerbau sering digunakan karena awet dan cocok untuk proses memasak yang panjang. Rendang juga telah disebutkan dalam kesusastraan Melayu klasik seperti Hikayat Amir Hamzah sejak abad ke-16.

Rendang sangat populer sebagai bekal bagi orang Minangkabau yang merantau dan berdagang ke wilayah Selat Malaka sejak abad ke-16. Karena tahan lama, rendang ideal untuk perjalanan berbulan-bulan. Tradisi merantau inilah yang membantu menyebarkan rendang ke berbagai daerah, termasuk Malaysia, Eropa, dan Amerika.

Selain sebagai makanan rumahan, rendang memiliki kedudukan istimewa dalam acara adat dan upacara besar di Minangkabau. Di Museum Istano Basa Pagaruyung, misalnya, rendang selalu disajikan untuk menyambut tamu kehormatan. Keahlian memasak rendang bahkan menjadi simbol martabat bagi perempuan Minangkabau, yang dikenal sebagai Bundo Kanduang. Rendang dianggap sebagai lambang kehormatan, dedikasi, dan kebanggaan budaya karena proses pembuatannya yang rumit dan rasanya yang kaya rempah.

Saat ini, rendang adalah hidangan yang mewakili kuliner Indonesia di dunia. Pada 2011, rendang dinobatkan sebagai "makanan terenak di dunia" oleh CNN International. Berkat rumah makan Padang dan diaspora Minangkabau, rendang kini bisa dinikmati di berbagai belahan dunia. Meski demikian, rendang asli Minangkabau memiliki ciri khas pada teksturnya yang sangat kering dan rasanya yang pekat.

Sebagai kesimpulan, rendang merupakan contoh nyata bagaimana masakan yang lahir dari tradisi pedesaan dan kebutuhan praktis para perantau dapat berkembang menjadi simbol budaya yang dihormati di istana dan dikenal secara global. Sejarahnya yang panjang, proses pembuatannya yang unik, dan maknanya yang mendalam menjadikan rendang lebih dari sekadar makanan.

(Sumber: wd.co.id, Sherly Sri Hermawati_UMC Cirebon)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....