Jajanan Tradisional Khas Cirebon yang Hampir Punah
- 30 Jul 2025 23:37 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Kota Cirebon tak hanya dikenal lewat sejarah keraton dan batiknya, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner tradisional yang sangat khas. Sayangnya, beberapa jajanan lokal yang dulunya mewarnai pasar dan acara adat kini mulai menghilang, bahkan ada yang sudah tak dikenal lagi oleh generasi muda. Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon (2018), banyak makanan tradisional daerah ini yang tidak lagi diproduksi karena minimnya pelestarian dan regenerasi pembuat. Hal ini juga ditegaskan dalam laporan Inventarisasi Kuliner Tradisional oleh Balai Bahasa Jawa Barat (2020) yang mencatat bahwa perubahan gaya hidup dan modernisasi membuat jajanan lama terpinggirkan. Melalui artikel ini, kita mencoba merekam kembali beberapa jajanan khas Cirebon yang telah punah atau nyaris punah sebagai bagian dari upaya dokumentasi dan pelestarian budaya.
Kue Gonjing – Kelezatan Lembut yang Menghilang
Kue Gonjing dulunya sering dijajakan di pasar tradisional dan kampung-kampung di Cirebon. Terbuat dari tepung beras, kelapa parut, dan gula merah, kue ini memiliki tekstur empuk dan rasa manis gurih. Namun kini, pembuatnya sangat langka, bahkan di beberapa pasar, nama Gonjing sudah tidak lagi dikenal oleh pedagang. Informasi mengenai kue ini tercatat dalam dokumentasi kuliner oleh Disbudpar Kota Cirebon (2018).
Kicak Cirebon – Sajian Manis yang Tertelan Zaman
Berbeda dari kicak khas Yogyakarta, versi Cirebon dibuat dari ketan kukus yang dicampur parutan kelapa dan siraman gula kelapa cair. Dulu, jajanan ini populer saat bulan Ramadan. Kini, keberadaannya nyaris hilang, kalah oleh tren makanan kekinian. Penelusuran mengenai kicak khas Cirebon ini tercatat dalam Inventarisasi Kuliner Tradisional Cirebon (Balai Bahasa Jabar, 2020).
Bolu Kering Tebu – Pemanis Lidah dari Masa Lalu
Bolu kering ini berasal dari daerah perkebunan tebu dan menggunakan air tebu sebagai pemanis alami. Rasanya manis ringan dengan aroma khas. Namun karena bahan utamanya sudah langka dan tidak ada pelaku UMKM yang melanjutkan produksinya, kue ini pun hilang. Informasi ini ditemukan dalam arsip Komunitas Heritage Cirebon (2021) yang menelusuri jejak kuliner kolonial di wilayah tersebut.
Kue Apem Geblog – Sajian Ritual yang Tak Lagi Dibuat
Apem Geblog biasanya disajikan saat upacara sedekah bumi atau slametan. Dibuat dari adonan tepung beras, santan, dan ragi, lalu digoreng hingga garing. Jajanan ini dulu melambangkan doa dan harapan. Namun seiring pudarnya tradisi adat, makanan ini pun ikut menghilang. Catatan lisan mengenai Apem Geblog tercantum dalam kajian Pusat Makanan Tradisional Nusantara (2022).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....