Diskon Ramadhan, Hemat atau Boros?

  • 25 Feb 2026 12:07 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Ramadhan bukan hanya identik dengan ibadah dan kebersamaan, tetapi juga momen banjir promo belanja online. Diskon besar, flash sale, hingga cashback membuat banyak orang tergoda membuka aplikasi e-commerce setiap hari. Pertanyaannya, belanja online saat Ramadhan benar-benar hemat atau justru bikin kalap?

Secara perilaku, suasana emosional berpengaruh pada keputusan belanja. Penelitian dalam Journal of Consumer Research menunjukkan bahwa kondisi emosional positif maupun reflektif saat momen spesial dapat meningkatkan kecenderungan konsumsi, terutama untuk produk yang berkaitan dengan perayaan.

Selain itu, rasa lapar juga memengaruhi keputusan belanja. Studi yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) menemukan bahwa individu yang sedang lapar cenderung membuat keputusan lebih impulsif, termasuk dalam pembelian barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Promo besar menjelang Lebaran pun memperkuat dorongan tersebut. Penelitian dalam Journal of Marketing Research menyebutkan bahwa strategi diskon dan waktu terbatas (limited time offer) efektif menciptakan rasa urgensi, sehingga konsumen lebih cepat membeli tanpa pertimbangan matang.

Namun, belanja online sebenarnya bisa hemat jika dilakukan dengan strategi. Studi dalam Journal of Financial Counseling and Planning menjelaskan bahwa konsumen yang membuat anggaran tertulis dan daftar belanja sebelum membeli cenderung lebih mampu mengontrol pengeluaran.

Cara lain adalah menerapkan jeda sebelum checkout. Prinsip ini sejalan dengan penelitian dalam Behavioural Public Policy yang menunjukkan bahwa memberikan waktu jeda dalam pengambilan keputusan dapat mengurangi perilaku impulsif dan meningkatkan kontrol diri.

Penting juga membedakan kebutuhan dan keinginan. Barang untuk mudik, kebutuhan keluarga, atau zakat tentu prioritas. Sementara barang diskon yang tidak mendesak bisa ditunda. Kesadaran finansial seperti ini membantu menjaga arus kas tetap sehat hingga setelah Lebaran.

Jadi, belanja online saat Ramadhan bisa jadi hemat atau malah kalap, tergantung cara mengelolanya. Promo memang menggiurkan, tetapi perencanaan dan disiplin tetap menjadi kunci. Dengan kontrol yang baik, Ramadhan tetap berkah tanpa drama dompet menipis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....