Menelusuri Penyebab dan Gejala Jet Lag

  • 09 Sep 2024 09:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Apakah anda sering bepergian menggunakan tarnsportasi udara alias pesawat terbang? Apakah anda pernah mengalami kondisi dimana anda merasa Jet Lag pasca turun dari pesawat terbang? Jika jawaban anda pernah, jangan khawatir itu artinya anda tidak sendiri. Banyak orang yang mengalami kondisi seperti itu. Bicara Jet Lag setelah naik pesawat terbang, apa sih yang menjadi penyebab seseorang mengalaminya? Lantas apa gejalanya ketika seseorang mengalami Jet Lag?

Dilansir dari laman alodokter.com, Jet Lag adalah sebuah kondisi dimana gangguan tidur yang biasanya terjadi setelah melakukan perjalanan jauh dan melewati zona waktu yang berbeda. Kondisi ini ditandai dengan sulit tidur, kantuk berat pada siang hari, sakit kepala, hingga perubahan suasana hati. Tubuh memiliki ritme sirkadian yang berperan dalam mengatur waktu untuk tidur atau bangun. Ritme sirkadian ini akan mengikuti pergantian siang dan malam pada zona waktu tempat tinggal seseorang.

Namun, ketika seseorang bepergian melewati zona waktu berbeda dengan waktu yang singkat, tubuh tidak bisa langsung menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat yang sedang dikunjungi. Hal inilah yang menyebabkan berbagai gejala jet lag. Makin banyak zona waktu yang dilewati, makin besar pula kemungkinan seseorang mengalami jet lag. Jet lag bersifat sementara dan biasanya akan membaik dalam beberapa hari ketika seseorang sudah terbiasa dengan zona waktu yang baru. Akan tetapi, kondisi ini bisa saja mengganggu agenda liburan atau pekerjaan penderitanya.

Sementara itu unsur yang menjadi penyebab jet lag adalah adanya ketidakmampuan tubuh untuk segera menyesuaikan diri dengan zona waktu di daerah yang baru. Di samping itu, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang lebih berisiko mengalami jet lag, atau jet lag yang muncul lebih parah dan lebih panjang, yaitu:

· Bepergian menggunakan pesawat, karena tubuh akan bergerak lebih cepat daripada kerja otak dalam memproses perubahan waktu

· Berkunjung ke tempat di mana waktu akan berkurang, misalnya dari Jakarta ke Australia, yang waktunya 3 jam lebih cepat dari waktu Jakarta atau waktu Indonesia Bagian Barat (WIB)

· Sering bepergian dengan pesawat terbang, misalnya karena bekerja sebagai pilot, pramugari maupun pramugara, atau pebisnis

· Berusia lanjut, karena tubuh memerlukan waktu lebih panjang untuk beradaptasi

· Mengalami stres atau kurang tidur dan memiliki kebiasaan tidur yang buruk sebelum bepergian

· Tidak leluasa untuk menggerakkan badan ketika di dalam kendaraan atau karena tempat duduk yang sempit

· Mengalami perubahan tekanan udara di dalam kabin pesawat

· Mengonsumsi minuman berkafein atau beralkohol

Sedangkan gejala jet lag biasanya muncul dalam waktu 12 jam setelah seseorang sampai di tempat tujuan dan dapat berlangsung selama beberapa hari. Umumnya keluhan yang terjadi akibat jet lag antara lain:

· Sulit tidur (insomnia)

· Gangguan tidur, seperti sleep paralysis atau terbangun berkali-kali saat tengah tidur

· Merasa sangat mengantuk dan lelah pada siang hari

· Sulit berkonsentrasi dan linglung

· Sakit kepala

· Tremor ringan

· Suasana hati tidak baik, mudah tersinggung, dan mudah menangis

· Gangguan pencernaan, seperti sakit perut, diare, atau malah sembelit

· Tidak nafsu makan dan dehidrasi

· Performa fisik atau olahraga menurun

Jet lag biasanya merupakan gangguan tidur sementara, tergantung pada jumlah zona waktu yang dilewati. Makin banyak zona waktu yang dilewati, makin lama jet lag akan berlangsung. Contohnya, orang yang melewati enam zona waktu membutuhkan setidaknya 3–5 hari untuk sembuh. Segera lakukan konsultasi dengan dokter bila jet lag tidak membaik atau bertambah parah dalam waktu 7 hari setelah bepergian,

(Sumber: alodokter.com)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....