Menelusuri Penyebab Terjadinya Dermatitis Numularis pada Kulit
- 12 Agt 2024 10:15 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Belakangan ini dibeberapa wilayah, cuaca yang tidak menentu serta suhu udara yang turun naik, jelas berpotensi menimbulkan ragam penyakit. Oleh karenanya menjaga kesehatan sangat penting diperhatikan saat ini. Kecenderungan pergantian cuaca yang tidak menentu atau bahkan berpotensi ekstrim, membuat ragam gelaja kesehatan yang ditimbulkan, seperti gangguan pada pernafasan, gangguan pada sistem pencernaan bahkan juga bisa menimbulkan ganguan kesehatan kulit seseorang.
Bicara tentang ganguan kulit pada kondisi cuaca yang tidak menentu ini, biasanya bisa ngekibatkan terjadinya iritasi kulit, timbulnya bercak merah dabn lain sebagainya. Terlihat sepele memang, namun perlu diingat jika kondisinya dibiarkan begitu saja, jelas berpotensi menimbulkan gelaja yang lebih parah. Salah satunya adalah gejala penyakit yang bernama Dermatitis Numularis. Lantas apa itu Dermatitis Numularis? Kemudian apa yang menyebakan seseorang bisa terdampak Dermatitis Numularis? Maki kita telusuri bersama.
Dilansir dari laman ayosehat.kemkes.go.id, Dermatitis numularis adalah kondisi kulit langka yang ditandai dengan adanya bercak berbentuk koin pada kulit. Penyakit ini sering berlangsung dalam jangka waktu yang lama, bahkan hingga beberapa tahun. Meskipun penyebab pasti dermatitis numularis belum diketahui, kondisi ini sering terjadi pada individu dengan riwayat alergi, asma, atau dermatitis atopik. Dermatitis numularis sering kali muncul setelah terjadi cedera pada kulit, seperti luka bakar, goresan, atau gigitan serangga. Kondisi ini dapat menyebabkan timbulnya satu atau beberapa bercak yang memiliki lesi berbentuk koin, dan gejalanya dapat berlangsung selama beberapa bulan. Lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Sementara itu penyebab dermatitis numularis memang belum diketahui dengan secara pasti hingga saat ini. Namun, banyak orang yang mengalami kondisi ini memiliki riwayat alergi, asma, atau dermatitis atopik, atau memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.
Ada ragam faktor yang disinyalir juga berkontribusi terhadap timbulnya dermatitis numularis, antara lain: perubahan suhu, stres, kulit kering, paparan iritan dari lingkungan, seperti sabun, logam, dan bahan kimia tertentu. Lalu bagaimana seseorang bisa mengetahui bahwa dia terdampak dermatitis numularis?
Sebenarnya ada beberapa indikasi yang bisa dilihat secara kasat mata, ketika terjadi dermatitis numularis. Bercak pada kulit yang muncul akibat dermatitis numularis awalnya berupa bintik merah kecil dan luka yang menyerupai gelembung dan mengeluarkan cairan. Luka-luka ini dapat membesar dan membentuk bercak berbentuk koin. Tanda khas dari dermatitis numularis adalah adanya bercak berbentuk koin pada kulit.
Gejala ini sering terlihat pada lengan atau tungkai, namun dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, termasuk tangan. Bercak tersebut dapat memiliki warna coklat, merah muda, atau merah. Terkadang, bercak tersebut dapat disertai rasa gatal atau terbakar, atau mengeluarkan cairan dan ditutupi oleh krusta. Kulit di sekitar bercak juga dapat mengalami kemerahan, krusta, atau peradangan.
Perlu menjadi perhatian anda bahwa dermatitis numularis juga bisa menyebabkan beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai loh. Nah kemungkinan komplikasi terjadi pada penderitanya, seperti:
· Infeksi sekunder: Ketika kulit teriritasi dan rusak akibat dermatitis numularis, bakteri atau jamur dapat masuk ke dalam luka dan menyebabkan infeksi sekunder. Infeksi ini dapat memperburuk gejala dermatitis numularis dan memerlukan pengobatan dengan antibiotik atau antijamur.
· Dermatitis atopik: Beberapa orang dengan dermatitis numularis juga memiliki riwayat dermatitis atopik atau memiliki faktor risiko yang sama. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang ditandai dengan kulit kering, gatal, dan peradangan. Jika seseorang sudah menderita dermatitis numularis, mereka berisiko lebih tinggi mengalami dermatitis atopik juga.
· Stres psikologis: Dermatitis numularis yang kronis dan mengganggu kehidupan sehari-hari dapat menyebabkan stres psikologis, kecemasan, dan depresi. Gatal yang terus-menerus dan ketidaknyamanan kulit dapat mengganggu tidur dan kualitas hidup secara keseluruhan.
· Hiperpigmentasi atau hipopigmentasi: Setelah peradangan mereda, kulit yang terkena dermatitis numularis dapat mengalami perubahan warna. Hiperpigmentasi, yaitu peningkatan pigmen kulit yang menyebabkan area yang terkena menjadi lebih gelap, atau hipopigmentasi, yaitu penurunan pigmen kulit yang menyebabkan area yang terkena menjadi lebih terang, adalah komplikasi yang mungkin terjadi.
· Lichenifikasi: Jika rasa gatal yang persisten mengganggu dan menyebabkan penggarukan yang berulang, kulit dapat mengalami lichenifikasi. Ini adalah kondisi di mana kulit menjadi tebal, kasar, dan berkerut.
Jika melihat dari gejala kemudian bisa menjadi penyebat terjadinya komplikasi, lantas apaka ada cara untuk menanganinya? Masih mengutip dari dari laman ayosehat.kemkes.go.id, berikut ini uoaya yang bisa dilakukan dalang rangka pengobatan serta penanganan dermatitis numularis.
1. Melindungi kulit dari goresan, sobekan, atau luka. Cedera pada kulit dapat memperburuk gejala dermatitis numularis.
2. Menjaga kelembapan kulit. Ini dapat dilakukan dengan berendam atau mandi dengan air hangat setidaknya selama 20 menit, setidaknya satu kali sehari.
3. Menggunakan pelembab setelah mandi. Tujuannya adalah menjaga kelembapan kulit dan mengatasi rasa gatal serta krusta pada kulit.
4. Menggunakan pengobatan sesuai anjuran dokter. Dokter dapat meresepkan krim khusus dan salep antiinflamasi untuk mengatasi peradangan (kemerahan dan pembengkakan) serta rasa gatal. Jika ada infeksi bakteri pada kulit, dokter juga dapat meresepkan antibiotik.
Kebanyakan orang dengan dermatitis numularis juga cenderung memiliki kulit yang sensitif dan mudah mengalami iritasi. Perlu diingat indikasi atapun gejala yang muncul akibat dermatitis numularis dapat sulit diatasi jika tidak kita perhatikan. Oleh karenanya, penting untuk berkonsultasi untuk memperhatikan gejala dermatitis numularis dan segera mencari perawatan medis jika gejala memburuk atau terjadi komplikasi, bila perlu anda dapat berkonsultasi dengan dokter yang ahli dibidangnya seperti dokter spesialis kulit dan kelamin, sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
(Sumber: ayosehat.kemkes.go.id)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....