Mengenal MPASI Jepang yang Digandrungi Ibu di Indonesia

  • 11 Agt 2024 11:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Makanan pendamping ASI (MPASI) mulai diterapkan oleh bayi saat memasuki usia enam bulan. Karena di usia tersebut bayi sudah mulai untuk mencoba makanan. Namun sebelum memberikan MPASI, pastikan dulu kesiapan dari oromotor bayi. Apakah bayi sudah bisa duduk dengan kepala tegak, mulai bisa menggerakkan mata, tangan, dan mulut untuk menerima makanan, serta mampu menelan makanan padat. Tak hanya itu, kemampuan dalam mengelola MPASI juga menjadi bagian penting.

Saat ini banyak sekali orangtua yang mengikuti trend MPASI Jepang untuk sang bayi. Melansir Haibunda, MPASI Jepang adalah Pure biasa diberikan pada sang bayi, seperti pure wortel atau labu. Namun khas dari Jepang adalah bubur nasi yang ditambah ikan dan sayuran kering. Bayi Jepang juga tidak asing dengan sup miso bergizi, yang biasanya mulai mereka nikmati di hari ulang tahun pertama mereka.

Budaya Jepang mengambil pendekatan memberi makan pada bayi dengan sesuatu yang kita sukai. Jadi si kecil sudah "bermain" dengan selera yang kita tawarkan. Di usia enam bulan, bayi bisa dikenalkan beberapa menu ini, misalnya nasi (dimasak, reboiled dan tumbuk), roti (dilembutkan dan dihaluskan), kentang, tahu, Shirasu (ikan teri putih yang harus dibilas garamnya kemudian ditumbuk), yoghurt polos, wortel, brokoli, apel, stroberi, melon, dan semangka yang dihaluskan.

Pemberian MPASI baik di Indonesia maupun Jepang sama saja. Hal yang membedakan adalah pemilihan sumber makanan yang diolah menjadi MPASI itu sendiri. Di Jepang, masyarakatnya sangat menggemari ikan dan tofu –di samping sayur atau buah. Sementara itu, masyarakat Indonesia lebih mengutamakan protein hewani jenis unggas dan sapi. Jadi menyesuaikan lidah Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....