Mengenal Apa Itu Agorafobia?

  • 25 Jul 2024 09:45 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Pernah menghindari keramaian karena takut malu mengalami serangan panik di depan banyak orang? Atau menghindari bepergian dengan pesawat terbang karena takut mengalami serangan panik di pesawat, dan belum tentu karena aerofobia, atau ketakutan terbang? Bisa jadi kita menghalami Agoraphobia. Agoraphobia adalah gangguan kecemasan yang melibatkan ketakutan ekstrem dan tidak rasional karena tidak dapat melarikan diri dari situasi yang sulit atau memalukan. Orang takut akan mengalami kepanikan atau gejala melumpuhkan lainnya saat terjebak di tempat umum dan tidak dapat dihindari.

Dikutip dari Mindfull.org, Agorafobia terkadang disalahartikan sebagai rasa takut meninggalkan rumah, tetapi sebenarnya lebih kompleks. Gangguan ini ditandai oleh kecemasan yang menyebabkan orang menghindari situasi yang membuat mereka merasa panik, terjebak, tidak berdaya, atau malu. Kondisi ini dapat terjadi sendiri atau bersamaan dengan kondisi kesehatan mental lainnya, seperti gangguan panik .Ketakutan ini sering kali mengarah pada perilaku penghindaran terus-menerus, di mana orang tersebut mulai menjauhi tempat dan situasi yang ditakutkan dapat menimbulkan kepanikan. Misalnya, seseorang dengan agorafobia mungkin menghindari mengendarai mobil, meninggalkan kenyamanan rumah, berbelanja di mal, bepergian dengan pesawat terbang, atau sekadar berada di tempat ramai.

Akibat perilaku penghindaran ini, kehidupan seseorang dengan agorafobia dapat menjadi sangat terbatas dan terisolasi-yang sangat mempengaruhi kehidupan pribadi dan profesional mereka. Misalnya, ketakutan yang meningkat dan perilaku penghindaran dapat menyulitkan seseorang dengan agorafobia untuk bepergian untuk bekerja atau mengunjungi keluarga dan teman. Bahkan tugas-tugas kecil, seperti pergi ke toko, dapat menjadi sangat sulit.

Ketakutan dan penghindaran dapat menjadi sangat parah akibat agorafobia sehingga penderitanya terkurung di rumah. Untungnya, gejala agorafobia dapat diobati.Situasi ini hampir selalu memicu respons kecemasan yang tidak sebanding dengan bahaya sebenarnya yang dihadirkan oleh situasi tersebut.

Jika seseorang mengalami agorafobia dengan gangguan panik, gejalanya biasanya mulai muncul dalam tahun pertama saat orang tersebut mulai mengalami serangan panik yang berulang dan terus-menerus. Agorafobia dapat bertambah parah jika tidak diobati. Melalui dukungan keluarga dan teman serta bantuan profesional, seseorang dengan agorafobia dapat mengelola kondisinya. Dengan pengobatan dan psikoterapi, seseorang dengan agorafobia pada akhirnya dapat mengalami lebih sedikit serangan panik, lebih sedikit perilaku menghindar, dan kembali ke kehidupan yang lebih mandiri dan aktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....