Alergi Matahari Bikin Kulit Ruam dan Gatal
- 08 Jul 2024 17:00 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Alergi matahari sun allergy atau polymorphic light eruption terjadi pada kulit setelah terpapar sinar matahari atau sumber radiasi Ultraviolet (UV) lainnya. Ruam alergi matahari meliputi rasa gatal, kemerahan, benjolan kecil yang menyatu seperti bercak yang menonjol dengan sensasi menyengat atau terbakar. Tentu kondisi ini sangat membuat tidak nyaman dan sangat menghambat aktivitas sehari-hari.
Beberapa orang mengalami alergi matahari karena faktor genetik. Disamping itu alergi matahari juga dapat terjadi karena dipicu oleh faktor lain seperti efek dari obat yang dikonsumsi dan bahan kimia yang membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.
Dilansir dari Cleveland Clinic, terdapat beberapa jenis alergi matahari tergantung dari jenis ruam, penyebab, dan orang yang sering paling sering mengalaminya:
1. Actinic Purigo : Ruam ini dapat mempengaruhi area kulit lain yang tidak terpapar sinar matahari. Kondisi ini juga disebut Hydroa Aestivale atau Hutchinson’s Summer purigo.
2. Photoallergic Reaction : terjadi ketika zat kimia yang dioles ke kulit bereaksi dengan sinar matahari. Gejalanya mungkin muncul beberapa jam atau beberapa hari setelah terpapar sinar matahari.
3. Polymorphous Light Eruption (PLME) : Lebih umum terjadi pada wanita, orang dengan kulit lebih terang, remaja, dan dewasa muda. Sering muncul sebagai benjolan kecil, bercak atau kulit melepuh beberapa jam setelah terpapar sinar matahari.
4. Solar Urticaria : Jenis alergi matahari yang menyebabkan gatal-gatal setelah beberapa menit terpapar sinar matahari. Gejalanya bisa ringan hingga parah.
Sebagai pencegahan terhadap alergi matahari, dilansir dari Mayo Clinic ada beberapa hal yang bisa dilakukan :
1. Hindari paparan sinar matahari antara pukul 10 pagi dan 4 sore.
Jika tidak memungkinkan untuk menjadwalkan aktivitas luar ruangan diwaktu lain, maka batasi diri berada dibawah sinar matahari.
2. Hindari paparan sinar matahari yang berlebihan secara tiba-tiba.
Beberapa orang mengalami gejala alergi matahari secara musiman sehingga perlu waktu untuk beradaptasi dengan sinar matahari secara bertahap.
3. Gunakan kacamata hitam dan pakaian pelindung.
Kemeja lengan Panjang dan topi dan membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Hindari kain yang tipis karena sinar UV dapat menembusnya.
4. Gunakan Sunscreen.
Gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 secara merata dan ulangi tiap dua jam atau lebih jika berenang atau sering berkeringat.
5. Pasang kaca film anti UV
Hal ini dapat dilakukan pada jendela rumah dan mobil.
Secara umum alergi sinar matahari dapat menyerang siapapun dan tidak memandang usia. Beberapa orang mengalami gejala yang tidak terlalu parah atau justru sebaliknya. Alergi matahari dapat menjadi semakin parah jika tidak ditangani dengan baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....