Cuaca Panas Tapi Tidak Berkeringat, Gejala Apakah Ini?
- 04 Jun 2024 12:30 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Saat berolahraga atau cuaca panas umumnya orang akan mengeluarkan keringat. Tapi ada sebagian yang tidak berkeringat sama sekali. Padahal, keluarnya keringat merupakan proses alami tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap normal. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Dalam medis kondisi tidak normal ini disebut Anhidrosis. Anhidrosis adalah suatu kondisi ketika tubuh tidak dapat berkeringat dengan normal. Kondisi ini dapat terjadi akibat kondisi genetik, atau dipengaruhi oleh penyakit saraf maupun kulit.
Dilansir dari Alodokter, penyebab Anhidrosis ini ada berbagai macam diantaranya :
Kelainan kongenital
Anhidrosis dapat disebabkan oleh kelainan kongenital atau kelainan bawaan yang dialami seseorang sejak lahir. Beberapa kelainan kongenital yang dapat memicu kondisi ini meliputi hypohidrotic ectodermal dysplasia, penyakit Harlequin (Harlequin ichthyosisi), penyakit Fabry, dan sindrom Ross.
Penyakit atau masalah pada kulit
Penyakit yang menyebabkan tersumbatnya pori-pori kulit, seperti psoriasis, bisa menjadi salah satu penyebab anhidrosis. Tak hanya itu, kerusakan pada kulit akibat luka bakar, terapi radiasi, atau terbentuknya jaringan parut juga dapat memengaruhi fungsi kelenjar keringat dan memicu anhidrosis.
Kerusakan sistem saraf
Kerusakan sistem saraf, baik pada sistem saraf pusat maupun saraf tepi, juga dapat menyebabkan anhidrosis. Beberapa gangguan pada sistem saraf pusat yang dapat memicu kondisi ini meliputi stroke, penyakit Parkinson, dan multiple system athropy.
Efek samping obat-obatan
Ada beberapa jenis obat-obatan yang dapat mengganggu fungsi kelenjar keringat dan memicu anhidrosis, mulai dari obat golongan calcium channel blocker, antikolinergik, antipsikotik, antidepresan, antiepilepsi, kemoterapi, hingga opioid seperti morfin. Selain itu, suntik Botox juga bisa menyebabkan efek samping berupa anhidrosis.
Orang yang menderita Anhidrosis ini mengalami beberapa gejala saat melakukan aktivitas fisik yang cukup berat atau ketika berada di lingkungan yang panas. Gejala anhidrosis yang paling kelihatan, antara lain: Tubuh terasa panas, namun hanya sedikit atau sama sekali tidak berkeringat, Sensasi melayang, Kulit wajah dan tubuh memerah (flushing), Kram otot, dan Kelemahan tubuh.
Namun, apakah Anhidrosis ini bisa dicegah? Jawabannya bisa karena ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya dintaranya dengan : kompres dingin bagian tubuh yang mengalami anhidrosis, Oleskan bedak bayi, bila kulit mengalami ruam dan kemerahan, Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi dan hindari konsumsi minuman berkafein maupun beralkohol, Hindari aktivitas berlebihan atau melakukan olahraga intensitas berat, Kenakan pakaian yang longgar dan berbahan lembut agar tubuh tetap nyaman, dan Selalu berada di dalam ruangan yang sejuk ketika suhu di luar ruangan terasa panas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....