Mengenal Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

  • 19 Mei 2024 22:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Ada Fenomena pertumbuhan melalui tantangan yang disebut dengan “Pertumbuhan Pasca Trauma”. Pada masa lalu, banyak yang harus dilakukan untuk mengatasi Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). PTSD atau gangguan stres pascatrauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang bersifat traumatis atau sangat tidak menyenangkan.

Dilansir dari media Alodokter, PTSD merupakan gangguan kecemasan yang membuat penderitanya teringat pada kejadian traumatis. Beberapa peristiwa traumatis yang dapat memicu PTSD adalah perang, kecelakaan, bencana alam, dan pelecehan seksual. Meski demikian, tidak semua orang yang teringat pada kejadian traumatis berarti terserang PTSD. Ada kriteria khusus yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang mengalami PTSD.

Disekeliling anda mungkin ada yang mempunyai trauma dengan sesuatu. Tapi tidak semua orang yang trauma dengan sesuatu bisa dikategorikan PTSD. Karena ada ada dugaan bahwa penyebabnya adalah kombinasi dari sejumlah kondisi berikut:

- Pengalaman yang tidak menyenangkan

- Riwayat gangguan mental pada keluarga

- Kepribadian bawaan yang temperamen

- Kecelakaan

- Bencana alam

- Perundungan (bullying)

- Kekerasan fisik

Gejala PTSD hampir mirip dengan Stockholm syndrome yang muncul setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis. Tingkat keparahan dan lamanya gejala juga berbeda-beda pada tiap penderita.

Beberapa gejala yang menunjukkan seseorang mengalami PTSD adalah:

1. Ingatan pada peristiwa traumatis

Penderita PTSD sering kali teringat pada peristiwa yang membuatnya trauma. Bahkan, penderita merasa seakan mengulang kembali kejadian tersebut.

2. Kecenderungan untuk mengelak

Penderita PTSD enggan memikirkan atau membicarakan peristiwa yang membuatnya trauma. Oleh sebab itu, penderita akan menghindari tempat, aktivitas, dan seseorang yang terkait dengan kejadian traumatis tersebut.

Untuk pengobatan PTSD bisa anda lakukan dengan berkonsultasi dengan dokter agar segera dilakukan pengananan yang tepat. Diantaranya melalui:

merupakan pilihan pertama dalam mengatasi PTSD. Jika gejala yang dialami pasien tergolong parah, dokter akan menggabungkan psikoterapi dan obat-obatan.

Psikoterapi dapat dilakukan secara individual atau berkelompok dengan pasien PTSD lain. Ada beberapa jenis psikoterapi yang biasanya digunakan untuk mengatasi PTSD, yaitu:

- Terapi perilaku kognitif, untuk mengenali dan mengubah pola pikir pasien yang negatif menjadi positif

- Terapi eksposur, untuk membantu pasien menghadapi keadaan dan ingatan yang memicu trauma secara efektif

- Eye movement desensitization and reprocessing (EMDR), untuk mengarahkan fokus pasien ke suara atau gerakan benda tertentu saat mengingat kejadian traumatis

Obat-obatan

Obat-obatan yang diberikan untuk mengatasi gejala PTSD tergantung pada gejala yang dialami pasien, seperti:

- Antidepresan, seperti sertraline dan paroxetine, untuk mengatasi depresi

- Anticemas, untuk mengatasi kecemasan

- Prazosin, untuk mencegah mimpi buruk

Dokter akan meningkatkan dosis bila obat tidak efektif dalam mengatasi gejala. Sebaliknya, jika terbukti efektif, obat akan terus diberikan setidaknya sampai 1 tahun, kemudian dihentikan secara bertahap. (Nursyecha)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....