Obsessive Love Disorder, Ketika Cinta Menjadi Obsesi

  • 19 Mei 2024 10:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Media sosial X dihebohkan dengan sebuah thread dari akun @runeh_ yang bernama asli Nimas Runeh Sabella Sutopo. Wanita 27 tahun itu menceritakan bagaimana ia diteror oleh teman SMP-nya yang bernama Adi Pradita. Kasus teror inipun akhirnya dilaporkan ke Unit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim pada Jumat, (17/5/2024) petang.

Obsesi Adi Pradita selama 10 tahun lamanya kepada Nimas mengindikasikan adanya gangguan mental yang disebut Obsessive love disorder, yakni sebuah kondisi dimana seseorang menjadi terobsesi kepada orang yang disukainya.

Rasa cinta yang berlebihan dan tidak sehat ini membuat seseorang dengan obsessive love disorder merasa perlu melindungi dan mengontrol orang yang disukainya. Obsessive love disorder tidak hanya berlaku bagi orang yang sudah memiliki hubungan. Seseorang tanpa hubungan relationship juga bisa mengalami obsessive love disorder dimana ia merasa orang yang dicintainya tersebut juga mencintai dirinya. Kondisi ini terjadi pada gangguan kejiwaan yang disebut erotomania.

Dilansir Time Of India berikut ciri-ciri Obsessive love disorder,

  1. Ketertarikan yang luar biasa terhadap orang tertentu
  2. Pikiran obsesif dan manipulatif
  3. Merasakan kebutuhan yang sangat besar untuk 'melindungi' orang tersebut dari orang lain
  4. Mengumpulkan pikiran obsesif ke dalam tindakan dan kata-kata yang kecil dan nyata
  5. Kecemburuan yang ekstrem dan intens terhadap percakapan dan tindakan interpersonal lainnya
  6. Harga diri yang rendah
  7. Ketidakmampuan untuk bersosialisasi dengan orang lain sama sekali
  8. Mengirim pesan, panggilan, bahkan surat kepada orang yang disukai
  9. Memantau kegiatan sehari-hari orang yang disukai setiap harinya

Obsessive love disorder tidak terjadi begitu saja, hal ini sering kali dipicu oleh gangguan psikologis lain seperti riwayat attachment disorder atau gangguan mental yang membuat penderitanya sulit menjalin hubungan dengan orang lain, gangguan bipolar atau trauma masa lalu.

Untuk menentukan penyebab obsessive love disorder, psikiater atau psikolog akan melakukan pemeriksaan kejiwaan. Biasanya psikiater akan memberikan terapi perilaku kognitif dan meresepkan obat-obatan untuk menjaga suasana hati dan menenangkan diri.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....