Efek Samping Waxing yang Perlu Diwaspadai
- 17 Mei 2024 12:00 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Waxing adalah salah satu teknik atau cara menghilangkan bulu dalam jumlah banyak dengan mencabutnya menggunakan cairan khusus atau gula karamel yang telah dipanaskan. Bahan untuk waxing yang disebut wax akan dioleskan di atas kulit yang berbulu. Setelah itu, kulit ditutup dengan handuk atau kain kasa di atasnya. Kain kemudian ditekan-tekan selama beberapa saat, lalu ditarik melawan arah tumbuhnya rambut sehingga rambut tercabut sampai ke akar. Pada dasarnya, seluruh bagian kulit yang ditumbuhi bulu bisa mendapatkan perawatan untuk kulit yang satu ini. Hanya saja, sebagian besar orang umumnya melakukan waxing untuk menghilangkan bulu atau rambut di bagian:
· lengan,
· punggung,
· perut,
· alat kelamin atau bikini waxing,
· betis dan paha,
· wajah, kumis dan jenggot, dan
· alis
Meningkatnya popularitas perawatan diri dari rambut yang tidak diinginkan telah menyebabkan berkembangnya banyak perawatan penghilangan rambut atau waxing. Waxing dipilih lantaran kemampuannya memberikan hasil yang halus pada area berbulu dan mencegahnya tumbuh lagi untuk waktu yang lama. Setiap metode penghilangan rambut memiliki beberapa efek samping potensial dan waxing pun tidak terkecuali. Namun waxing tetap populer karena menawarkan hasil yang cepat, murah, dan tahan lama dibandingkan krim cukur atau penghilang rambut biasa.
Waxing dapat diimplementasikan di sebagian besar bagian tubuh dan umum di antara pria maupun wanita saat ini. Selain menghilangkan rambut yang tidak diinginkan, waxing juga merupakan salah satu bentuk pengelupasan yang membantu Anda menyingkirkan sel-sel mati dan membuat kulit senantiasa lebih lembut dan sehat setelahnya. Biasanya terdapat dua bentuk waxing, yaitu waxing panas dan dingin. Untuk menghilangkan rambut dari area tertentu, lilin lengket diberikan pada kulit, dan selembar kertas atau kain ditekan di atasnya. Kemudian dengan gerakan cepat, kain atau kertas tersebut dirobek berlawanan arah dengan tumbuhnya rambut. Cara ini menghilangkan folikel rambut langsung dari akarnya. Jika dilakukan secara rutin, waxing dapat mengurangi pertumbuhan rambut secara signifikan.
Meskipun ini adalah metode penghilangan rambut yang umum dan efektif, masih ada beberapa efek samping yang perlu dipertimbangkan dan diwaspadai sebelumnya. Umumnya, waxing sangat aman. Namun demikian, ada beberapa potensi masalah yang mungkin saja terjadi. Beberapa masalah ini sangat kecil, tetapi yang lain bisa menjadi cukup serius, terutama jika Anda memiliki kulit sensitif atau sedang mengonsumsi obat tertentu.
Penting untuk mempelajari tentang efek samping waxing sebelum Anda mencoba melakukan bentuk hair removal ini. Dalam kasus yang jarang terjadi, waxing harus dihindari sama sekali. Tapi, bagi kebanyakan orang, efek sampingnya bisa dikurangi atau dicegah dengan pengetahuan dan persiapan yang tepat. Dilansir dari laman colaz.co.uk berikut ini adalah 7 efek samping waxing yang wajib Anda ketahui:
1. Kemerahan dan Iritasi
Ini adalah efek samping waxing yang paling umum terjadi. Kebanyakan orang akan melihat setidaknya beberapa kemerahan setelah menjalani prosedur waxing. Besarnya iritasi akan tergantung pada kepekaan kulit dan area yang dirawat. Misalnya, bikini waxing biasanya menyebabkan lebih banyak kemerahan dibanding waxing alis. Kulit di area ini sangat sensitif dibandingkan dengan kulit di wajah Anda yang mengeras oleh cuaca dan lingkungan. Tidak hanya rambut yang dihilangkan dari folikelnya, tetapi kulit Anda ditarik cukup keras saat strip kain dirobek. Tarikan ini bisa menyebabkan kemerahan dan bengkak ringan.
2. Hilangnya Elastisitas Kulit
Efek samping waxing yang berlebihan dapat menyebabkan kulit kehilangan sebagian kekenyalan dan elastisitasnya yang dapat menyebabkan munculnya kerutan.
3. Ruam, Pendarahan atau Memar
Jika Anda memiliki kulit yang sangat sensitif, Anda mungkin akan mengalami sedikit ruam atau memar setelah melakukan perawatan waxing. Mungkin juga ada sedikit pendarahan dari beberapa folikel rambut di bagian tubuh yang lebih halus seperti area bikini sebagai efek samping waxing yang sedang Anda jalani.
4. Rambut Tumbuh ke Dalam
Ini adalah kemungkinan efek samping untuk berbagai bentuk penghilangan rambut, termasuk waxing. Saat rambut tumbuh kembali, kerapatannya menjadi berkurang dan dapat mengeriting hingga terperangkap di dalam. Ini disebut rambut yang tumbuh ke dalam atau ingrow hair. Rambut yang tumbuh ke dalam dapat menyebabkan kemerahan, ruam, atau menjadi jerawat yang menyakitkan seperti bintik. Dengan waxing, rambut dihilangkan dengan arah pertumbuhan yang berlawanan. Ini memberikan hasil yang lebih halus, tetapi juga meningkatkan kemungkinan rambut tumbuh ke dalam. Orang dengan kulit sensitif mungkin lebih rentan terhadapnya.
5. Luka Bakar dan Perubahan Warna
Jika lilin yang dioleskan terlalu panas bagi kulit Anda, hal ini dapat menyebabkan luka bakar ringan. Ini dapat menyebabkan kemerahan, bengkak, atau bahkan lecet sebagai efek samping waxing yang Anda lakukan. Selain itu, penggunaan lilin yang terlalu panas dapat menyebabkan munculnya bintik-bintik hitam di kulit. Ini disebut pigmentasi pasca inflamasi. Ini lebih sering terjadi pada jenis dan warna kulit tertentu. Dalam beberapa kasus, dibutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan hingga satu tahun, agar pigmentasi ini memudar.
6. Infeksi
Terkadang, infeksi dapat berkembang di area di mana terjadi perdarahan atau banyak iritasi. Kadang-kadang, sepotong kulit bisa robek selama proses waxing dan ini bisa menjadi meradang. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi yang disebut folikulitis dapat terjadi. Ini terjadi ketika folikel rambut terinfeksi. Terkadang obat antibiotik diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Infeksi sangat jarang terjadi, namun dapat menyerang orang yang memiliki masalah kulit sensitif atau kesehatan seperti diabetes. Jika Anda rentan terhadap infeksi kulit, Anda mungkin lebih baik menghindari waxing. Infeksi juga dapat terjadi jika produk waxing tidak bersih atau terkontaminasi.
7. Reaksi Alergi
Beberapa orang mungkin memiliki alergi terhadap bahan wax yang digunakan oleh teknisi kosmetik. Reaksi alergi dapat bervariasi dari sangat ringan hingga sangat parah, menjadi efek samping waxing yang perlu diwaspadai. Jika Anda baru mengenal waxing atau jika Anda mencoba produk baru, disarankan untuk menguji produk pada area kecil kulit terlebih dahulu sebelum menggunakannya.
Meskipun masalah serius akibat waxing jarang terjadi, hampir semua orang mengalami kemerahan atau iritasi pada tingkat tertentu setelah melakukan prosedur waxing. Sebagian besar rasa sakit ini akan mereda beberapa jam setelah perawatan. Waxing sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional karena prosesnya melibatkan area kulit yang sensitif dan sulit dijangkau. Oleh sebab itu, sebelum melakukan waxing, Anda disarankan untuk memilih terapis yang berpengalaman dan berlisensi.
Jika Anda memiliki kulit sensitif, mengalami sunburn, maupun sedang mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya tunda melakukan waxing dan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit. Anda juga disarankan melakukan hal serupa jika sedang mengonsumsi KB hormonal atau menggunakan retinoid topikal dan obat jerawat. Jika Anda mengalami reaksi iritasi atau infeksi kulit, seperti kulit kemerahan, bengkak, dan gatal, atau nyeri hebat setelah melakukan waxing, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan memeriksa dan memberikan penanganan yang sesuai.
(Sumber: Alodokter, Merdeka.com)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....