Anda Mengalami Kaligata atau Biduran? Ini Cara Mengatasinya
- 14 Mei 2024 17:30 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Biduran atau kaligata adalah penyakit kulit yang ditandai dengan ruam merah, gatal, dan bengkak yang dapat berubah bentuk. Ruam ini biasanya merupakan reaksi alergi terhadap makanan tertentu, obat-obatan, gigitan serangga, paparan panas atau dingin, stres, maupun faktor lingkungan. Biduran biasanya muncul di area kulit manapun, termasuk wajah, telinga, leher, dan seluruh tubuh. Meskipun tergolong kondisi penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya, biduran yang berkelanjutan dapat menjadi biduran kronis yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
apa saja sih gejala dan pengobatan yang perlu dilakukan ketika biduran kambuh? Ketika mengalami biduran, atau nama medisnya urtikaria, kulit akan terasa gatal, disertai munculnya bentol-bentol yang cukup banyak. Meski bisa hilang dengan sendirinya, gejala biduran cukup mengganggu. Oleh karena itu, penting mengetahui dan mewaspadai apa saja yang bisa memicu kemunculannya. Namun, hal-hal yang bisa menyebabkan atau memicu munculnya biduran ada banyak. Salah satunya adalah stres berlebihan.
Mengapa stres bisa memicu munculnya biduran, ya? Dilansir dari laman Halodoc, secara umum, biduran disebabkan oleh zat yang bernama histamin. Zat tersebut dikeluarkan tubuh dan masuk ke aliran darah, ketika seseorang terpapar pemicu alergi atau gatal. Salah satu hal yang bisa memicu pelepasan zat histamin adalah stres berlebihan. Stres berlebihan dapat menyebabkan biduran karena saat mengalaminya, tubuh akan memproduksi hormon adrenalin lebih banyak dari biasanya. Hormon tersebut memicu timbulnya bentol dan gatal, dan biasanya akan hilang dalam waktu 30-60 menit setelahnya.
Ketika mengalami biduran, sistem imunitas tubuh mengeluarkan histamin sebagai pertanda bahwa terdapat zat asing dalam tubuh. Histamin ini memiliki fungsi penting untuk terlibat dalam reaksi alergi yang dapat menyebabkan kulit gatal. Meskipun histamin memiliki peran penting untuk melawan infeksi, produksi histamin yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan. Berikut adalah cara agar histamin kembali terkontrol dan mengurangi alergi yang timbul:
· Hindari faktor pemicu alergi
Biduran terjadi karena dipicu oleh alergi terhadap faktor tertentu seperti makanan maupun lingkungan. Identifikasi faktor pemicu alergi dan hindari hal tersebut agar ruam-ruam di kulit tidak menyebar.
· Hindari menggaruk kulit
Ruam-ruam merah yang merupakan reaksi terhadap alergi dapat memberikan sensasi gatal. Meskipun begitu, jangan menggaruknya, ya! Menggaruk area yang terkena biduran akan menimbulkan iritasi dan peradangan kulit.
· Konsumsi obat antihistamin
Produksi histamin yang berlebihan dapat mengakibatkan reaksi alergi yang tidak terkontrol. Nah, obat antihistamin mampu mengontrol jumlah histamin yang dikeluarkan oleh tubuh.
· Mandi dengan air dingin
Mandi dengan air dingin ketika biduran kambuh dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menangani biduran. Air dingin dapat membantu untuk menenangkan kulit yang gatal akibat reaksi alergi. Tidak hanya itu, mandi air dingin juga dapat mengatasi penyakit kulit lainnya seperti meredakan eksim (peradangan atau iritasi yang menyebabkan kulit kering dan gatal), dan psoriasis (inflamasi kulit yang menyebabkan noda pada kulit).
· Menjaga suhu tubuh
Menjaga suhu tubuh agar tetap stabil dapat mengurangi potensi persebaran alergi. Tetaplah berada di dalam ruangan yang sejuk dan menghindari paparan sinar matahari secara langsung selama biduran kambuh.
Jika Anda sering mengalami biduran, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter, meski kondisi ini bisa hilang dengan sendirinya. Dokter biasanya akan memeriksa gejala dan riwayat kekambuhan biduran secara rinci. Dengan begitu, Anda bisa mengantisipasi pemicunya agar biduran tidak kambuh lagi. Sebab, apa yang memicu kambuhnya biduran berbeda-beda pada tiap orang. tulah hal yang dapat dilakukan agar biduran yang sedang kambuh tidak menjadi lebih parah. Penting diingat bahwa biduran ringan adalah yang gejalanya dapat bisa saja hilang dalam waktu yang singkat.
(Sumber : Halodoc, mayoclinic)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....