Jangan Mau Menjadi People Pleaser, Ini Alasanya!

  • 29 Apr 2024 10:30 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Apakah Anda adalah salah satu orang yang ingin menyenangkan semua orang dengan baik dan suka membantu, maka sebisa mungkin tetap pikirkan dirimu ya. Mungkin secara tidak sadar Anda jarang mengatakan tidak dan selalu mengorbankan diri. Jika Anda selalu dapat diandalkan bagi sebagian orang maka, Anda adalah salah satu people pleaser yang suka menyenangkan orang.

Dilansir dari laman Halodoc (22/4/2024) Dr. Rizal Fadli, People pleaser artinya adalah perilaku untuk menyenangkan orang lain secara berlebihan, bahkan hingga harus mengorbankan diri sendiri. Hal ini tentu tidak baik untuk kesehatan mental diri sendiri dan bisa menyebabkan banyak dampak buruk.

Mungkin Anda sering kali rela berkorban dan mengutamakan orang lain. Upaya terus-menerus itu harus dibayar mahal. Tentu saja ini berdampak bagi kesehatan mental bagi dirimu. Jangan menjadi people pleaser jika tidak mau mendapat dampak yang besar bagi dirimu dan lingkungan sekitar. Perlu kamu ketahui bahwa people pleaser bukan diagnosis medis atau ciri kepribadian yang diukur oleh psikolog.

Ini hanyalah julukan informal yang orang gunakan untuk menggambarkan berbagai perilaku, seperti mau mengerjakan pekerjaan orang lain untuk membuat ia senang, atau berkata-kata manis untuk menyenangkan orang lain. Hal ini berbeda dengan sifat kebaikan atau kemurahan hati. Orang yang baik menolong orang lain tapi bisa menyeimbangkannya dengan kebaikan atau kebutuhan diri sendiri juga. Namun, people pleaser biasanya sulit mengatakan tidak pada setiap permintaan.

Menjadi people pleaser akan merugikan diri sendiri dan berdampak buruk bagi kesehatan mental diri sendiri. Berikut dampak menjadi people pleaser bagi kesehatan mental:

1. Stres

Ini adalah dampak paling umum yang sering people pleaser rasakan akibat berusaha terlalu keras untuk menyenangkan orang lain. Stres terjadi ketika mereka merasa kewalahan atau tidak mampu untuk mengatasi sesuatu. Misalnya, jadwal yang padat, beban kerja tinggi, atau daftar tugas yang panjang karena menyenangkan orang lain bisa membuat people pleaser lama kelamaan menjadi stres. Tidak bisa bersikap apa adanya, atau mengabaikan keinginan atau kebutuhan mereka yang sebenarnya, juga bisa menyebabkan pelaku mengalami stres atau cemas.

2. Kelelahan

Bersikap terlalu ‘lebay”, atau terlalu ceria di hadapan orang lain, lama kelamaan bisa melelahkan secara mental dan fisik.

3. Mengabaikan diri sendiri

Terlalu sibuk menyenangkan orang lain juga menyebabkan people pleaser tidak memiliki waktu dan energi yang cukup untuk memerhatikan diri mereka sendiri. Akibatnya, mereka menjadi tidak sempat merawat kebersihan pribadi dan penampilan diri sendiri atau fokus dengan kesehatan mental dan fisik, serta karir mereka sendiri.

4. Kebencian

People pleaser juga bisa membenci diri mereka sendiri karena kesulitan untuk menolak permintaan orang lain. Hal ini menyebabkan mereka menjadi marah atau frustrasi. Perasaan ini bisa bermanifestasi sebagai perilaku agresi pasif, yaitu ketika seseorang mengungkapkan kemarahannya secara tidak langsung, misalnya melalui lelucon atau sarkasme.

5. Masalah hubungan

Ketika seseorang tidak bahagia, hal itu dapat memengaruhi hubungannya. Misalnya, people pleaser mungkin merasa pasangannya memanfaatkan kesediaannya untuk membantu, sehingga menimbulkan konflik.

6. Kehilangan identitas

Orang yang terlalu memikirkan untuk menyenangkan orang lain mungkin menjadi kurang sadar akan apa yang mereka inginkan atau rasakan. Hal ini bisa menyebabkan mereka kurang memahami kebutuhan atau siapa diri mereka.

Meskipun mungkin sulit untuk berhenti dari kebiasaan menyenangkan orang lain, ada beberapa dampak jika kamu terus memaksakan diri dengan menjadi people pleaser :

· Tidak Bebas

Membantu orang lain memang hal yang baik dan membuat dirimu puas dan merasa senang, untuk sementara. Namun, tidak pernah ada titik akhir di mana kamu bisa bersantai karena selalu ada hal lain yang akan kamu lakukan untuk orang lain. Orang lain yang sudah terlanjur mengandalkanmu akan terus datang kepadamu tanpa tahu bahwa kamu sedang tidak bisa diganggu. Kamu yang suka menyenangkan mungkin mengalami kesulitan dalam menyatakan keinginan dan kebutuhan. Orang lain mungkin menyangkal adanya masalah dalam hidupnya karena tidak ingin membebani orang lain dengan masalahnya. Namun, kamu akan menjadi pegangan bagi sebagian orang yang sudah terlanjur memilihmu sebagai tumpuannya. Kamu tidak bisa bebas dan akan merasa terikat.

· Tidak Menghargai Dirimu

Jika kamu menjadi seorang people pleaser, itu sama saja dengan kamu tidak menghargai dirimu. Kamu mengizinkan orang lain untuk dibantu dan terus diladeni, sehingga waktu untuk dirimu saja kurang. Kamu tidak menghargai dan mencintai dirimu yang juga perlu waktu sendiri atau membutuhkan orang lain. Kamu akan segan dalam meminta pertolongan dan menolak sesuatu. Kamu tidak akan menjadi dirimu sendiri dan tidak bisa dipandang menjadi seorang yang tidak diandalkan. Kamu juga manusia yang memiliki kekurangan dan butuh waktu bagi dirimu sendiri.

Ada Batasan

Akan ada batasan bagimu dengan sikapmu sebagai seorang people pleaser. Kamu akan membatasi diri dan lebih memikirkan pemikiran orang lain terhadapmu. Kamu tidak bisa bergerak dan selalu ada sesuatu yang menghalangimu untuk bertindak bebas. Karena, itu akibat dan dampak dari seorang people pleaser yang mengizinkan setiap hal bebas masuk kepadamu. Kamu izinkan orang lain untuk mengatur daya pikir dan rasa izinmu. Padahal, baik jika hakmu kamu simpan dan tetap teguh dalam pendirian saat menjadi dirimu sendiri.

· Rasa Takut dan Ekspektasi Berlebih

Kamu akan memiliki rasa takut jika menjadi seorang people pleaser. Sebenarnya, dengan dirimu yang menjadi people pleaser itu menandakan kamu ketergantungan terhadap orang lain dan takut kehilangan mereka. Kamu akan mengizinkan mereka untuk memiliki ekspektasi yang lebih terhadapmu yang dapat diandalkan. Kamu akan mendapatkan pikiran yang selalu dibayangi ekspektasi dengan rasa takut yang bercampur menjadi satu. Jika kamu biasakan, kamu tidak akan mendapat teman yang benar-benar tulus terhadapmu.

· Attachment Issue

Akan ada sebagian teman dekatmu yang attachment issue terhadapmu karena kamu selalu dapat diandalkan. Bisa jadi dimanfaatkan jika kamu tidak sadar atau tidak bijak dapat menangani setiap konsekuensi people pleaser. Kamu harus mengerti kekurangan dan kelebihan setiap orang untuk menghargai sikap mereka terhadapmu. Kamu harus lebih berhati-hati jika memberikan bantuan. Bersikaplah cerdik namun tulus. Jangan mudah selalu mengatakan iya dan beranilah mengatakan tidak bagi sesuatu yang buruk.

Meskipun mungkin sulit untuk berhenti dari kebiasaan menyenangkan orang lain, ada beberapa tips sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi perilaku tersebut:

· Mulailah dengan langkah kecil

Untuk memulainya, cobalah berkomitmen untuk memenuhi satu kebutuhan diri sendiri pada satu waktu. Misalnya, Anda bisa memberikan diri kamu waktu istirahat sejenak di antara rapat atau di tengah. Jadi, jangan hanya memikirkan orang lain, Anda juga perlu tahu Cara Menerapkan SelfLove untuk Jaga Kesehatan Mental.

· Mengulur-ulur waktu

Ketika seseorang minta bantuan Anda, alih-alih langsung menjawab, cobalah mengulur waktu untuk memikirkannya terlebih dahulu.

· Menetapkan batas waktu

Saat mengatakan ya terhadap sesuatu, sertakan juga batas waktu atau tenggat waktu daripada membiarkan orang lain yang mengatur jadwalnya. Misalnya, kamu mungkin setuju untuk membantu menjaga anak seorang teman, tapi hanya dari beberapa jam saja. Atau Anda bersedia membantu mengerjakan tugas, tapi hanya setelah pekerjaanmu kelar atau minta tenggat waktu yang cukup untuk mengerjakannya.

· Pemblokiran waktu

Cobalah untuk memblokir waktu dalam satu hari untuk tidak menerima permintaan atau rencana baru. Anda bisa melakukan ini sendiri atau menggunakan aplikasi kalender untuk menolak undangan baru secara otomatis.

· Berlatih mengucapkan “tidak”.

Dalam banyak situasi, sebenarnya Anda bisa menolak tapi dengan sopan, bijaksana dan penuh empati. Anda mungkin bisa berlatih dulu mengucapkan kata “tidak” sebelum berbicara dengan orang tersebut.

Saatnya Anda belajar untuk berhenti Menjadi People Pleaser. Namun, bila kamu tidak mampu menerapkan cara-cara di atas, dan semakin lama kamu menemukan dirimu semakin terpuruk karena harus menyenangkan orang lain. Jadi, hargailah dirimu. Kamu perlu memiliki teman yang memang tulus menyayangimu tanpa ada embel-embel rasa takut kehilangan. Tetap menjadi dirimu yang positif dan berani katakan tidak jika hal itu membawa kepada arah negatif. Semoga bermanfaat ya!

(Sumber: Halodoc, Fimela.com)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....