Preeklamsia, Salah Satu Penyebab Wafatnya Pahlawan Nasional R.A Kartini
- 21 Apr 2024 16:30 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Raden Ayu Adipati Kartini Djojoadhiningrat atau sering kita sebut Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara pada21 April 1879. Wafat pada 17 September 1904 saat usianya baru 25 tahun. Beliau pergi untuk selamanya pada saat melahirkan anak pertamanya. Salah satu pemicunya adalah preeklamsia, yang hingga kini masih menjadi penyebab utama kematian ibu hamil.
Angka Kematian Ibu bahkan sempat menjadi salah satu topik yang disorot dalam debat kelima Pilpres 2024 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (4/2/2024) malam. Di Indonesia sendiri, catatan AKI masih terbilang tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, AKI setelah melahirkan mencapai 189 per 100 ribu kelahiran hidup. Angka ini membuat Indonesia menempati peringkat kedua kasus AKI tertinggi di ASEAN.
Sementara itu, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, AKI per Januari 2023 masih berada di kisaran 305 per 100 ribu kelahiran hidup.Kondisi yang sama juga berlaku secara global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sekitar 287 ribu perempuan meninggal selama dan setelah kehamilan atau persalinan pada tahun 2020. Hampir 95 persen di antaranya terjadi di negara-negara berpendapatan rendah yang umumnya berada di Afrika. Angkanya mencapai 430 per 100 ribu kelahiran hidup.
Berdasarkan catatan WHO, pada dasarnya komplikasi menjadi penyebab utama kematian ibu selama kehamilan dan melahirkan. Komplikasi berkontribusi terhadap 75 persen kasus kematian ibu. Sebagian besar komplikasi ini sebenarnya dapat dicegah atau diobati. Sebut saja salah satunya pendarahan hebat. Kondisi ini umum dialami seorang ibu setelah melahirkan. Sementara itu, Preeklamsia adalah komplikasi pada ibu hamil yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urine. Sementara eklamsia adalah komplikasi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kejang sebelum, selama, atau setelah melahirkan.
lalu bagaimana cara mengatasi preeklamsia bagi Ibu Hamil ?
Dikutip dari laman halodoc, Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi preeklamsia yang terjadi. Hal tersebut tergantung pada seberapa dekat tanggal kelahiran yang telah diperkirakan. Apabila sudah sangat dekat dengan tanggal kelahiran dan bayi sudah cukup matang, para ahli medis mungkin akan berusaha untuk melahirkan bayi tersebut sesegera mungkin.
Apabila Anda mengidap preeklamsia ringan dan bayi yang dikandung belum mengalami perkembangan penuh, dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa cara untuk mengatasi gangguan yang dapat menyebabkan banyak masalah tersebut. Antara lain:
* Perbanyak istirahat dan cara berbaring yang benar adalah ke sisi kiri untuk mengambil beban dari bayi.
* Lebih sering untuk memeriksa kehamilan.
* Mengonsumsi makanan dengan garam yang sedikit.
* Minum air putih paling tidak 8 gelas per hari.
* Lebih banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan protein
Apabila Anda mengidap preeklamsia berat, dokter mungkin akan mencoba untuk memberikan obat tekanan darah, agar sang ibu dapat melahirkan dengan aman. Hal tersebut juga dibarengi dengan istirahat yang cukup, perubahan pola makan, dan konsumsi suplemen.
(Dari berbagai sumber)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....