Kesiapan Mental Jadi Tantangan Nyata Profesi Dokter di Indonesia
- 24 Okt 2023 13:30 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Hari Dokter Nasional yang diperingati setiap tanggal 24 Oktober, dan pada 2023 memasuki usia ke - 73 tahun. Tema yang diangkat yaitu “Memperkuat Ikatan Tradisi Luhur Bersatu dan Mengabdi untuk Rakyat Indonesia”.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cirebon, dr.H. Edial Sanif menyampaikan tema yang dimaksud kembali kepada khitoh manusia yang mempunyai tradisi luar biasa dengan kebersamaan, kesatuan dan persaudaraan yang harus dipertahankan.
Meskipun latar belakang suku, etnis beragam namun diantara dokter tidak ada perbedaan dan tetap bersatu dalam tradisi luhur tersebut. Ia menyebutkan tantangan bagi dokter masa kini adalah kesiapan mental.
"Dia harus siap terjun ke masyarakat. Bahwa bayangan sebagai seorang dokter akan berhasil punya uang banyak, punya segala-galanya itu tidak seperti yang dibayangkan tempo hari. Karena dokter sudah sangat banyak dan dia harus siap dengan itu," katanya Selasa (24/10/2023).
Menurut Edial, saat seorang dokter berkeluarga dan istrinya menuntut terlalu banyak dan justru membandingkan satu dengan lainnya,sehingga hal ini menjadi stress dan sebuah tantangan bagi dokter dan keluaranya.
Disamping itu, dokter yang menyekolahkan anak dibidang kedokteran terkadang motivasinya karena akan berhasil dan mendapatkan uang. Oleh karena itu, seorang dokter jangan berorientasi dan berfikir kedepan selalu akan mempunyai uang dengan jumlah besar.
"Yang penting dia bercita-cita jadi dokter untuk tugas sosial kemanusiaan kepada masyarakat serta mengobati pasien yang baik. Itu dulu, masalah rezeki itu belakangan. Sebab kalau cita-citanya berbeda akan frustasi hidup di masyarakat dan sangat banyak problem seperti ini," ujarnya.
Dalam momen peringatan Hari Dokter Nasional ke-73 tahun 2023, dr. Edial Sanif mengimbau kepada semua dokter untuk kembali ke sumpah dokter dengan tetap mengutamakan kepentingan pasien daripada lainnya. Bahkan dokter harus mempertahankan rahasia pasien dan tidak mengumbarnya ke media sosial karena ada rahasia pasien yang tidak bisa diekpose.
"Medsos sekarang ini sangat gencar tanpa menyadari kita menceritakan kasus pasien itu harusnya khusus di intern dokter dan didiskusikan bersama. Jangan sempat kasus ini mencuat ke luar, walau kasusnya bagus tapi pasiennya menderita," kata Edial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....