Studi Ungkap Dampak Konsumsi Gula di Awal Kehidupan terhadap Kesehatan Mental
- 05 Okt 2026 16:47 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Penelitian yang dilakukan University of Surrey menemukan bahwa konsumsi makanan tinggi gula sejak masa awal kehidupan berpotensi memengaruhi kesehatan mental dan meningkatkan risiko kecemasan di kemudian hari.
“Kami secara khusus tertarik untuk memahami apakah konsumsi gula pada masa awal kehidupan dapat berkontribusi terhadap munculnya masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan di kemudian hari,” kata penulis utama studi, Dr. Hana Navratilova, sebagaimana diberitakan New York Post, Minggu, 27 September 2026.]
Analisis terhadap data medis lebih dari 45.000 peserta UK Biobank menunjukkan adanya hubungan antara paparan gula selama 1.000 hari pertama kehidupan dan risiko kecemasan saat dewasa. Peneliti juga menemukan bahwa asupan gula pada periode tersebut berkaitan dengan perkembangan 11 dari 80 wilayah otak yang diteliti.
Peserta dikelompokkan berdasarkan periode pembatasan konsumsi gula, mulai dari masa kehamilan hingga usia enam, 12, 18, dan 24 bulan, serta kelompok yang hanya mendapat pembatasan selama dalam kandungan. Hasil penelitian menunjukkan, risiko kecemasan paling rendah ditemukan pada mereka yang minim paparan gula sejak dalam kandungan hingga dua tahun pertama kehidupan.
Pada peserta perempuan, tidak adanya pembatasan konsumsi gula sejak usia dini juga dikaitkan dengan kemungkinan kecemasan yang lebih tinggi saat dewasa. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pola konsumsi gula pada periode awal kehidupan dapat memiliki kaitan dengan kesehatan mental di kemudian hari.
Selain kecemasan, penelitian tersebut menemukan bahwa paparan gula sejak dini berkaitan dengan preferensi makanan saat dewasa. Peserta yang membatasi konsumsi gula sejak dalam kandungan hingga usia 24 bulan cenderung memiliki ketertarikan lebih rendah terhadap makanan manis.
“Meski konsumsi gula meningkat setelah pembatasan tersebut berakhir, lingkungan nutrisi pada masa awal kehidupan tampaknya tetap memiliki relevansi jangka panjang terhadap kesehatan mental,” kata penulis studi, Prof. Nophar Geifman.
Temuan tersebut menjadi perhatian di tengah tingginya konsumsi gula dalam kehidupan sehari-hari. USDA dan HHS merekomendasikan anak mengonsumsi kurang dari 25 gram gula per hari, sementara asupan masyarakat dapat mencapai 68–81 gram melalui makanan ultra-proses dan minuman manis; penelitian ini juga mengaitkan pemanis buatan dan minuman berpemanis dengan kemungkinan munculnya masalah kesehatan mental.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....