Dopamine Dressing, Berpakaian untuk Membangkitkan Mood
- 01 Okt 2026 16:47 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pakaian bukan hanya soal fungsi dan penampilan. Bagi sebagian orang, pakaian juga berkaitan dengan suasana hati dan cara mengekspresikan diri.
Dari sinilah muncul istilah dopamine dressing. Istilah tersebut menggambarkan kebiasaan memilih pakaian yang membuat seseorang merasa lebih positif atau percaya diri.
Dictionary.com mendefinisikan dopamine dressing sebagai praktik meningkatkan suasana hati melalui pakaian yang disukai, termasuk pakaian dengan warna cerah atau pola yang hidup.
Karena itu, dopamine dressing sering dikaitkan dengan warna terang, motif berani, aksesori unik, atau pakaian yang membuat pemakainya merasa nyaman.
Namun, konsep ini tidak berarti warna tertentu otomatis membuat semua orang bahagia. Respons seseorang terhadap pakaian sangat dipengaruhi pengalaman, selera, budaya, dan kenyamanan pribadi.
ABC News Australia mengutip peneliti desain yang menjelaskan bahwa dopamine dressing lebih tepat dipahami sebagai konsep “feel-good dressing”. Artinya, pakaian yang dipilih dapat memberikan rasa nyaman dan percaya diri bagi pemakainya.
Sementara itu, psikolog mode Carolyn Mair menjelaskan bahwa pakaian yang memiliki makna bagi pemakainya dapat berkaitan dengan perasaan positif. Karena itu, dopamine dressing tidak harus selalu menggunakan warna mencolok.
Seseorang bisa saja merasa paling percaya diri menggunakan pakaian hitam sederhana. Orang lain mungkin justru merasa lebih bersemangat memakai warna kuning atau merah.
Artinya, inti konsep ini bukan mengikuti aturan warna tertentu. Yang lebih penting adalah hubungan antara pakaian, kenyamanan, identitas, dan perasaan seseorang.
Dopamine dressing juga menunjukkan bagaimana fashion semakin dekat dengan pembahasan psikologi. Pakaian tidak hanya dipandang sebagai benda yang dikenakan, tetapi juga bagian dari ekspresi diri.
Namun, istilah tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai terapi medis. Memilih pakaian yang disukai dapat menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari, tetapi tidak menggantikan penanganan profesional ketika seseorang mengalami persoalan kesehatan mental.
Pada akhirnya, berpakaian dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengekspresikan diri. Bukan tentang terlihat paling modis, tetapi merasa nyaman menjadi diri sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....