Quiet Quitting, Bekerja Sesuai Batas Tanpa Berlebihan
- 01 Okt 2026 15:46 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Dunia kerja terus mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi dan pola kerja modern. Salah satu istilah yang sempat ramai dibicarakan adalah quiet quitting.
Istilah ini bukan berarti seseorang benar-benar berhenti bekerja. Quiet quitting lebih merujuk pada sikap bekerja sesuai tanggung jawab yang telah disepakati tanpa terus mengambil pekerjaan tambahan di luar batas tersebut.
Fenomena ini berkaitan dengan perubahan cara sebagian pekerja memandang keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Bagi sebagian orang, pekerjaan bukan lagi satu-satunya ukuran keberhasilan dalam kehidupan.
Pekerja tetap menyelesaikan tugas dan memenuhi tanggung jawabnya. Namun, setelah jam kerja selesai, mereka memilih memberikan waktu untuk keluarga, kesehatan, hobi, istirahat, atau kehidupan pribadi.
| Baca juga: Cakupan UHC Indramayu Tembus 99 Persen Lebih |
Dilansir dari Gallup.com menggunakan istilah quiet quitting untuk menggambarkan pekerja yang melakukan hal-hal yang memang menjadi tanggung jawabnya, tetapi tidak melakukan lebih dari itu. Gallup juga mengaitkannya dengan tingkat keterikatan pekerja terhadap pekerjaannya.
Istilah ini kemudian menimbulkan banyak perdebatan. Ada yang melihatnya sebagai upaya menetapkan batas sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, sementara pihak lain memandangnya sebagai tanda rendahnya keterlibatan terhadap pekerjaan.
Karena itu, quiet quitting tidak selalu berarti seseorang malas. Maknanya perlu dilihat dari konteks pekerjaan, kesepakatan, tanggung jawab, dan hubungan antara pekerja dengan organisasi.
Yang menarik, istilah ini menunjukkan perubahan cara masyarakat modern melihat pekerjaan. Bekerja keras tetap penting, tetapi semakin banyak orang juga mempertanyakan bagaimana menjaga kehidupan agar tidak sepenuhnya habis untuk pekerjaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....