Penyebab Otot Kaki dan Lutut Sering Terkena Cedera

  • 01 Okt 2026 00:47 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID,Cirebon - Kaki dan lutut menjadi bagian tubuh yang bekerja keras setiap hari, mulai dari berjalan, berlari, naik tangga hingga melakukan aktivitas olahraga. Karena menopang dan menggerakkan tubuh secara terus-menerus, area ini juga cukup rentan mengalami cedera. MedlinePlus menyebutkan bahwa cedera olahraga yang umum antara lain keseleo, cedera otot, cedera lutut, cedera tendon Achilles hingga patah tulang. Cedera dapat terjadi karena kecelakaan, teknik latihan yang kurang tepat, kurang pemanasan maupun penggunaan perlengkapan yang tidak sesuai.

Salah satu penyebab hal tersebut bisa terjadfi adalah beban dan gerakan yang dilakukan berulang-ulang. Aktivitas seperti berlari, melompat, berputar atau mengubah arah secara tiba-tiba dapat memberikan tekanan pada otot, tendon, ligamen dan struktur lain di sekitar lutut. American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) menjelaskan bahwa cedera meniskus dapat terjadi akibat gerakan memutar atau perubahan arah, sedangkan cedera ACL dapat terjadi ketika seseorang berhenti mendadak, mengubah arah dengan cepat atau mendarat dengan posisi yang tidak tepat.

Cedera dapat dialami siapa saja, baik orang yang rutin berolahraga maupun mereka yang melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Risiko dapat meningkat ketika seseorang melakukan aktivitas terlalu berat atau terlalu cepat, belum memiliki kebugaran yang cukup, kurang melakukan pemanasan, tidak memberi waktu istirahat bagi tubuh, atau menggunakan teknik gerakan yang kurang tepat. MedlinePlus juga mencatat bahwa penggunaan otot secara berlebihan dapat menyebabkan strain atau cedera berupa peregangan hingga robekan pada serabut otot.

Cedera dapat muncul secara tiba-tiba, misalnya ketika terjatuh, salah mendarat atau lutut terpelintir. Namun, cedera juga dapat berkembang secara bertahap akibat penggunaan berlebihan. Pada cedera otot, gejala yang dapat muncul antara lain nyeri, bengkak, memar, rasa kaku dan kesulitan menggerakkan bagian yang cedera.

Sementara cedera lutut tertentu dapat ditandai dengan nyeri, pembengkakan, lutut terasa tidak stabil atau sulit digerakkan.

Bagaimana cara mengurangi risiko cedera otot kaki dan lutut? Masyarakat yang akan berolahraga dianjurkan melakukan pemanasan secara bertahap, menggunakan teknik yang benar, menjaga kekuatan dan kelenturan otot serta meningkatkan intensitas latihan secara perlahan. MedlinePlus menyarankan agar seseorang tidak meningkatkan jumlah hari latihan, durasi dan intensitas olahraga secara bersamaan. Jika tubuh mulai terasa sakit ketika berolahraga, aktivitas sebaiknya dihentikan dan tidak dipaksakan.

Jika cedera sudah terjadi, penanganannya bergantung pada jenis dan tingkat keparahan cedera. Pada strain ringan, istirahat dan kompres dingin dapat membantu mengurangi nyeri serta pembengkakan. Namun, seseorang perlu mendapatkan pemeriksaan medis apabila mengalami pembengkakan berat, tidak mampu menggerakkan kaki atau sendi, nyeri berat, atau mendengar suara seperti “pop” disertai kesulitan menggunakan sendi. Cedera lutut seperti ACL atau meniskus memerlukan penilaian tenaga medis untuk menentukan penanganan yang sesuai.

Otot kaki dan lutut sering mengalami cedera bukan semata-mata karena bagian tubuh tersebut lemah, tetapi karena keduanya menerima beban besar dan terlibat dalam berbagai gerakan setiap hari. Gerakan mendadak, penggunaan berlebihan, kurang pemanasan, teknik yang salah dan kurangnya waktu pemulihan dapat meningkatkan risiko.

Menjaga kebugaran, melakukan pemanasan, menggunakan perlengkapan yang sesuai dan mendengarkan kemampuan tubuh menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko cedera.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....