Program Oksigen Nakes Ditargetkan Menjangkau Rumah Sakit di Cirebon
- 30 Sep 2026 07:46 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Program Oksigen Nakes yang saat ini diterapkan di enam Puskesmas Kota Cirebon direncanakan untuk dikembangkan ke fasilitas kesehatan lainnya. Dinas Kesehatan Kota Cirebon menargetkan rumah sakit menjadi salah satu sasaran pengembangan program tersebut.
Ketua Tim Binwas Mutu SDMK Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Vita Alamanda, mengatakan pengembangan program dilakukan secara bertahap dengan melihat kondisi tenaga kesehatan di setiap fasilitas pelayanan. Menurutnya, kebutuhan terhadap ruang pemulihan psikologis tidak hanya dimiliki tenaga kesehatan di Puskesmas.
“Saya berpikir kita harus mulai dari yang kecil, mungkin dengan pusat kesehatan komunitas atau Puskesmas. Kami ingin mengetahui seperti apa situasi mereka,” ujarnya dalam program Beranda Asta Cita RRI Cirebon, Jumat 25 September 2026.
Ia mengatakan rumah sakit juga menjadi bagian dari rencana pengembangan Oxygen Nakes ke depan. Ia menilai beban kerja tenaga kesehatan di berbagai fasilitas memiliki karakteristik masing-masing, sehingga kesejahteraan tenaga kesehatan tetap perlu diperhatikan.
“Saya juga ingin menjangkau rumah sakit di masa depan karena beban kerja di rumah sakit sama. Saya tidak akan pernah katakan beban kerja di Puskesmas lebih berat daripada di rumah sakit, atau sebaliknya,” katanya.
Selain pengembangan lokasi, ia juga menyiapkan evaluasi untuk melihat kondisi burnout pada tenaga kesehatan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat membantu mengetahui kondisi psikologis tenaga kesehatan setelah mengikuti kegiatan.
Menurutnya teknologi tetap dapat digunakan sebagai alat evaluasi, tetapi tidak menggantikan interaksi langsung dengan tenaga kesehatan. Ia berencana menggunakan aplikasi atau formulir sebagai bagian dari pengukuran kondisi kesehatan mental setelah kegiatan.
Ia mengatakan tenaga kesehatan yang telah mengikuti Oksige Nakes justru menunjukkan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Bahkan, sebagian peserta berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin.
“Setelah itu, mereka benar-benar merasa, ‘Bisakah kita lakukan ini lagi? Kalau bisa, sebulan sekali,’” katanya.
Pengembangan program tersebut diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan di Kota Cirebon. Ia menekankan bahwa tenaga kesehatan juga perlu memperoleh ruang untuk berbicara, beristirahat secara psikologis, dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....