ISPA pada Anak dapat Berisiko Komplikasi jika Terlambat Ditangani
- 21 Sep 2026 14:21 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Lonjakan kasus ISPA pada anak Kabupaten Cirebon perlu diwaspadai orang tua sejak muncul gejala awal. Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Cirebon, Dr. dr. Catur Setiya Sulistyana, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ISPA.
Menurut Catur, anak dengan daya tahan tubuh melemah lebih mudah mengalami perburukan akibat infeksi saluran pernapasan. “Namun tentunya dikarenakan mungkin kondisi tubuh dari si anak yang melemah, sehingga mengakibatkan komplikasi bisa terjadi pada pasien tersebut,” ujarnya kepada RRI, Minggu, 20 September 2026.
Orang tua perlu memperhatikan batuk, pilek, demam, serta perubahan pola napas yang menjadi tanda bahaya. Jika anak mengalami sesak, frekuensi napas meningkat, atau napas cuping hidung, pemeriksaan medis harus segera dilakukan.
Catur menjelaskan kondisi tersebut dapat mengarah pada pneumonia, terutama ketika penanganan terhadap gejala terlambat dilakukan. Karena itu, orang tua dianjurkan segera membawa anak menuju puskesmas, klinik, atau dokter spesialis anak.
| Baca juga: Mengenal Penyakit Paru-Paru Basah |
Penanganan cepat diperlukan agar ISPA tidak berkembang menjadi komplikasi yang membahayakan kondisi kesehatan anak secara serius. Menurutnya, asupan makanan bergizi, kecukupan minum, dan perawatan yang tepat membantu mendukung proses pemulihan anak.
Selain pengobatan, pengawasan orang tua menjadi penting ketika gejala ISPA mulai menunjukkan perubahan kondisi pada anak. “Dikhawatirkan terjadinya Pneumonia, radang paru-paru,” ucapnya.
Catur mengingatkan masyarakat tetap tenang menghadapi ISPA, tetapi tidak mengabaikan gejala yang muncul pada anak. Pemeriksaan segera diperlukan apabila kondisi anak memburuk atau menunjukkan tanda gangguan pernapasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....