Loloh Bali, Kekayaan Minuman Herbal dari Pulau Dewata

  • 10 Sep 2026 06:15 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Loloh Bali, Kekayaan Minuman Herbal dari Pulau Dewata

RRI.CO.ID, Cirebon - Jika Jawa memiliki tradisi jamu, Bali memiliki kekayaan minuman herbal yang dikenal dengan nama loloh. Loloh merupakan minuman tradisional Bali yang dibuat dari berbagai jenis tanaman. Bentuk dan bahan loloh dapat berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya.

Sebuah penelitian etnobotani yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology mendokumentasikan 51 spesies tanaman dari 32 famili yang digunakan dalam berbagai jenis loloh di Bali. Penelitian tersebut dilakukan melalui wawancara dan pengumpulan informasi mengenai penggunaan tanaman oleh masyarakat.

Temuan tersebut menunjukkan betapa luasnya pengetahuan masyarakat Bali tentang tanaman yang digunakan sebagai bahan minuman herbal. Beberapa tanaman yang sering disebut dalam penelitian antara lain Alstonia scholaris, Blumea balsamifera, kayu manis, dan daun sirih.

Loloh secara tradisional digunakan masyarakat untuk berbagai keluhan. Penelitian tersebut mendokumentasikan penggunaan loloh berkaitan dengan keluhan seperti panas dalam, demam, diare, hipertensi, dan sariawan.

Namun, informasi tersebut merupakan dokumentasi penggunaan tradisional. Tidak berarti semua jenis loloh telah terbukti secara klinis mengobati penyakit tersebut.

Justru hal menarik dari penelitian ini adalah bagaimana ilmu modern mulai mendokumentasikan pengetahuan lokal. Loloh memperlihatkan bahwa masyarakat tradisional memiliki pengetahuan yang sangat luas tentang lingkungan sekitar.

Mereka mengetahui tanaman yang dapat dimakan, tanaman yang digunakan sebagai rempah, dan tanaman yang digunakan sebagai minuman herbal. Salah satu contoh yang terkenal adalah loloh cemcem.

Minuman ini menggunakan daun cemcem atau Spondias pinnata. Loloh cemcem dikenal luas di kawasan wisata Penglipuran, Bali.

Namun, penelitian mengenai keamanan loloh cemcem juga memberikan pelajaran penting. Studi terhadap proses produksinya menemukan adanya persoalan higiene dan sanitasi pada sebagian sampel yang diperiksa.

Temuan ini menunjukkan bahwa minuman tradisional bukan hanya perlu dilihat dari manfaatnya, tetapi juga dari keamanan pembuatannya. Air bersih, tangan yang higienis, peralatan bersih, dan penyimpanan yang tepat sangat penting.

Keajaiban loloh terletak pada kekayaan pengetahuan yang terkandung di dalamnya. Satu minuman dapat merepresentasikan hubungan antara manusia, tumbuhan, lingkungan, dan budaya.

Pelestarian loloh berarti bukan hanya mempertahankan resep. Kita juga mempertahankan pengetahuan masyarakat tentang tanaman lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....