Bawang Putih Bisa Jadi Superfood
- 01 Sep 2026 22:56 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Bawang putih telah digunakan selama ribuan tahun sebagai bahan pengobatan herbal, mulai dari penambah stamina atlet Olimpiade Kuno hingga resep pengobatan Hippocrates. Penelitian ilmiah modern kini membuktikan bahwa setiap siung Allium sativum kaya akan nutrisi, antioksidan, dan senyawa antiinflamasi yang sangat ampuh.
Dilansir dari Nationalgeographic.com, Selasa 1 September 2026, selain kaya vitamin C, B6, dan berbagai mineral penting, bawang putih menyimpan sekitar 200 senyawa bioaktif yang berkhasiat menjaga kesehatan tubuh. Ilmuwan pangan Bryan Quoc Le menjelaskan bahwa serat prebiotik inulin dan polifenol dalam bawang putih mampu menyokong mikrobioma usus sekaligus membunuh zat pemicu peradangan.
Ahli gizi, Maya Feller, mengungkapkan bahwa senyawa paling penting dalam bawang putih adalah alliin yang tersimpan bersama enzim alliinase. Ketika bawang putih dihancurkan, dicincang, atau digeprek, interaksi antara alliin dan alliinase akan membentuk senyawa baru bernama allicin.
| Baca juga: Waspadai Bahaya Serangan Vertigo |
Bryan Quoc Le yang juga pendiri Mendocino Food Consulting menegaskan bahwa allicin bertindak sebagai molekul antioksidan kuat yang memicu sistem kekebalan tubuh lebih cepat. Senyawa turunan sulfur ini juga terbukti ampuh menurunkan kadar gula darah, meredakan hipertensi, mengurangi kolesterol, serta mencegah risiko trombosis.
"Mengencangkan sistem imun dan menjaga kesehatan jantung, allicin terbentuk optimal saat bawang putih dihancurkan dan dikonsumsi secara tepat," rilis kesimpulan hasil studi ilmiah pengolahan bawang putih.
Untuk mendapatkan pembentukan allicin secara maksimal, bawang putih sebaiknya dihancurkan lalu didiamkan selama 10 menit sebelum dikonsumsi dalam keadaan mentah. Allicin sangat rentan rusak pada suhu di atas 67 derajat Celsius, sehingga proses memasak dapat menghilangkan khasiat utamanya.
Bryan Quoc Le menyarankan konsumsi satu hingga dua siung bawang putih mentah per hari yang dapat disajikan melalui saus dingin seperti chimichurri, aioli, atau nuoc cham. Penambahan sedikit cuka pada olahan mentah ini juga diketahui mampu memperlambat proses penguraian allicin.
Maya Feller mengingatkan bahwa bawang putih mentah dapat memicu reaksi pencernaan seperti perut kembung atau diare pada penderita gangguan pencernaan sensitif. Sebagai alternatif penyedap yang lebih lembut, bawang putih dapat difermentasikan bersama madu murni selama dua hingga empat minggu dalam wadah kaca.
Fermentasi bawang putih dalam madu terbukti secara laboratorium memiliki efek antikoagulan dan antioksidan yang jauh lebih tinggi dibanding varietas rebusan. Pengolahan tepat tanaman herbal ini mirip dengan efektivitas pengobatan alami berbasis bahan organik yang terus dikembangkan dalam dunia medis modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....