Faktor yang Menyebabkan Gigi Bisa Berlubang
- 31 Agt 2026 21:50 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID,Cirebon - Gigi berlubang atau karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi yang paling umum dialami masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini terjadi ketika lapisan keras gigi mengalami kerusakan secara bertahap akibat proses asam yang dihasilkan bakteri di dalam plak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut karies gigi sebagai salah satu penyakit yang paling umum dan sebagian besar sebenarnya dapat dicegah.
Salah satu faktor utama adalah terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula bebas, seperti permen, kue manis, minuman bersoda, minuman kemasan, serta makanan atau minuman dengan tambahan gula. Bakteri yang terdapat pada plak gigi memanfaatkan gula tersebut dan menghasilkan asam yang secara perlahan dapat merusak email gigi.
| Baca juga: Sesak Nafas Malam Hari Nyata |
Selain konsumsi gula, kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga juga menjadi faktor penting. Plak yang tidak dibersihkan dapat terus menempel pada permukaan gigi dan menjadi tempat bakteri berkembang. Jika seseorang jarang menyikat gigi atau tidak membersihkan bagian gigi secara menyeluruh, proses kerusakan gigi dapat berlangsung lebih cepat dan akhirnya membentuk lubang.
Faktor lainnya adalah kurangnya paparan fluoride yang berfungsi membantu melindungi dan memperkuat permukaan gigi. WHO merekomendasikan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride dengan kandungan sekitar 1.000–1.500 ppm. Kebiasaan tersebut, ditambah pengurangan konsumsi gula, menjadi bagian penting dalam upaya mencegah karies gigi.
Kebiasaan makan dan minum juga berpengaruh terhadap risiko gigi berlubang. Mengonsumsi makanan atau minuman manis dan asam secara berulang, khususnya di antara waktu makan, dapat meningkatkan peluang terjadinya kerusakan gigi. Selain itu, kondisi tertentu yang menyebabkan produksi air liur berkurang juga dapat meningkatkan risiko karena air liur membantu membersihkan asam serta memperbaiki kembali permukaan email gigi.
Apa yang terjadi jika gigi berlubang dibiarkan? Kerusakan dapat berkembang semakin dalam hingga menimbulkan rasa sakit dan sensitif, bahkan mencapai bagian saraf gigi. Dalam kondisi yang lebih parah, karies yang tidak ditangani dapat menyebabkan infeksi, abses hingga kehilangan gigi. Karena itu, pemeriksaan ke dokter gigi secara berkala penting dilakukan, terutama ketika mulai muncul tanda-tanda seperti nyeri atau gigi sensitif.
gigi berlubang bukan hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan kombinasi antara bakteri dan plak, konsumsi gula yang berlebihan atau terlalu sering, kebersihan gigi yang kurang baik, serta kurangnya perlindungan fluoride. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, membatasi konsumsi gula, memilih air putih sebagai minuman utama, serta memeriksakan kondisi gigi kepada tenaga kesehatan. Informasi ini bersumber dari World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....