Tradisi Kerokan Menggunakan Uang Logam, Seberapa Manfaat Penggunaannya?

  • 31 Agt 2026 18:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID,Cirebon - Tradisi kerokan menggunakan uang logam telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Apa yang membuat praktik ini tetap bertahan hingga kini? Banyak orang percaya kerokan dapat membantu mengatasi keluhan seperti pegal-pegal, meriang, perut kembung, hingga gejala yang dikenal sebagai "masuk angin". Namun, dari sudut pandang medis, manfaat kerokan lebih berkaitan dengan efek fisiologis pada tubuh daripada kemampuan uang logam itu sendiri.

Siapa yang biasanya melakukan kerokan? Hampir semua kelompok usia dewasa pernah mencobanya, terutama ketika merasa badan tidak enak. Kapan tradisi ini dilakukan? Umumnya saat tubuh terasa lelah, menggigil, atau setelah kehujanan. Di mana praktik ini berkembang? Selain Indonesia, teknik serupa juga dikenal di Tiongkok sebagai gua sha, serta di Vietnam dan Kamboja dengan nama yang berbeda.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, manfaat kerokan bukan berasal dari uang logam yang digunakan, melainkan dari gesekan pada permukaan kulit. Gesekan tersebut menyebabkan pelebaran pembuluh darah kapiler sehingga aliran darah di area yang dikerok meningkat. Selain itu, tubuh juga melepaskan hormon endorfin yang dapat memberikan rasa nyaman dan membantu mengurangi nyeri otot untuk sementara waktu.

Lantas, mengapa banyak orang memilih menggunakan uang logam? Secara medis, tidak ada bukti bahwa uang logam memiliki khasiat khusus dibandingkan alat lain. Dalam praktik gua sha, alat yang digunakan bisa berupa batu giok, sendok keramik, tanduk, atau alat khusus yang permukaannya halus. Artinya, manfaat terapi lebih ditentukan oleh teknik yang benar dan keamanan alat, bukan jenis benda yang dipakai untuk mengerok.

Bagaimana agar kerokan tetap aman dilakukan? Para ahli menyarankan menggunakan pelumas seperti minyak telon atau minyak kelapa untuk mengurangi gesekan berlebihan. Uang logam atau alat pengerok sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar terhindar dari kuman. Kerokan juga tidak dianjurkan dilakukan terlalu keras karena dapat menyebabkan memar atau pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit.

Dokter juga mengingatkan bahwa kerokan bukanlah pengobatan utama untuk penyakit tertentu. Bila seseorang mengalami demam tinggi, sesak napas, nyeri dada, muntah terus-menerus, atau gejala yang tidak kunjung membaik, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Mengandalkan kerokan saja dapat membuat penanganan penyakit yang sebenarnya menjadi terlambat.

Tradisi kerokan menggunakan uang logam memang dapat memberikan rasa nyaman, membantu mengurangi pegal otot, dan membuat tubuh terasa lebih rileks. Namun, manfaat tersebut bukan berasal dari uang logam, melainkan dari efek gesekan pada kulit yang meningkatkan sirkulasi darah dan memicu pelepasan endorfin. Oleh karena itu, kerokan sebaiknya dilakukan secara bijak, menggunakan alat yang bersih, serta tidak dijadikan pengganti pemeriksaan dan pengobatan medis apabila muncul gejala penyakit yang serius.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....